PEKANBARU - Seluruh elemen diingatkan untuk menjauhi segala bentuk tindak korupsi yang dinilai dapat merusak sendi penopang pembangunan. Sehingga, pelaksanaan Rembuk Integritas Nasional (RIN) diharapkan dapat melahirkan sebuah konsep baru yang dapat menumbuhkan integritas dalam memerangi korupsi.

"Semoga RIN menjadi cikal bakal rumusan integritas baru dalam memerangi korupsi di Indonesia dan khususnya di Riau," ungkap Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman dalam kata sambutan yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau Ahmad Hijazi di Hotel Aryaduta Pekanbaru, Rabu (7/12/2016) lalu.

Disampaikan Hijazi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menaruh perhatian besar dan berkomitmen untuk memberantas korupsi dari akar hingga pucuknya. Ia pun berharap agar RIN yang digelar ini bukan hanya semata-mata sebagai ajang seremonial belaka. Melainkan sebagai wujud nyata komitmen pemerintah mulai dari pimpinan tertinggi hingga unit terkecil yang bersungguh-sungguh mewujudkan cita-cita mulia bersih dari korupsi.

Sehingga, pelaksanaan RIN diharapkan dapat mematahkan semangat seseorang yang tergiur untuk melakukan korupsi.

"Korupsi dapat merusak sendi penopang pembangunan. Untuk melawan itu, kita memerlukan integritas dan transparansi," tuturnya. (adv)