BENGKALIS -Ratusan Warga Desa Muntai membakar gudang dan 2 unit kapal nelayan milik warga Bantan Air, Kecamatan Bantan, sore tadi, Rabu (29/12/2016). Kemarahan warga diduga buntut dari tabrak lari yang dilakukan nelayan Bantan Air terhadap nelayan Muntai.

"Ramai, sekitar 2 ratus orang tadi yang datang. Laki-laki perempuan, mereka mengamuk dan melakukan pembakaran," ungkap Julianto, warga Bantan Air.

Selain menghanguskan gudang berisi mesin dan jaring milik Edi Sulung, 2 unit kapal dan isinya turut hangus ludes dilahap si jago merah.

"Saya tak tau pasti penyebabnya. Tapi kabarnya gara-gara tabrak lari, nelayan Bantan menabrak nelayan Muntai," imbuhnya.

Terpisah Kapolsek Bantan, AKP Yuherman mengatakan, anggotanya sempat mencegah ratusan warga sebelum melakukan pembakaran gudang dan kapal milik nelayan Bantan Air. Namun karena kalah ramai dan massa membawa senjata tajam, Polisi memilih mundur.

"Kita sempat mencegahnya, namun mereka ramai sekitar 150-an membawa senjata. Sempat mengancam, saya perintahkan anggota untuk mundur," ungkap Kapolsek.

Kapolsek membenarkan, aksi brutal yang dilakukan ratusan warga Muntai buntut dari tabrak lari yang dilakukan nelayan Bantan Air terhadap nelayan Muntai.

"Ya benar. Tapi ini tidak terlepas juga dari permasalahan jaring rawai dan batu. Kita tetap tindak kasus pembakaran ini," imbuhnya.

Untuk meredam aksi balas dendam, ucap Yuherman, Polsek Bantan akan melakukan pertemuan Pemdes dan tokoh masyarakat kedua desa. *** #BENGKALIS