
PEKANBARU, GORIAU.COM - Satelit Terra kembali mendeteksi peningkatan jumlah titik panas (hotspot) di daratan Pulaun Sumatera yang mencapai 514 titik dan terbanyak masih berada di Riau yakni 273 titik. Pengamat menggambarkan kejadian itu bagai panu yang terus melebar dan merusak 'kulit' pada 'tubuh' lingkungan yang merupakan rumah kehidupan.
"Untuk di Riau, pada Kamis lalu titik panas tersebar dihampir seluruh wilayah kabupaten/kota kecuali Pekanbaru," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Saiq Saqlul Amri kepada pers lewat pesan elektronik yang diterima, Jumat (28/3/2014).Terbanyak menurut data tersebut berada di Kabupaten Indragiri Hilir yakni 74 titik, disusu oleh Kabupaten Pelalawan yang terdeteksi ada 55 titik panas.Kemudian di Kabupaten Bengkalis terdeteksi satelit ada sebanyak 31 titik panas, Siak ada 30 titik, dan Rokan Hilir ada sebanyak 23 "hotspot".Selanjutnya di Kota Dumai terekam satelit ada 20 titik panas, Indragiri Hulu sebanyak 17 titik, Mranti terdapat 15 titik, dan di Kampar ada empat "hotspot".Di Kabupaten Kuantan Singingi terdeteksi oleh satelit ada sebanyak tiga titik panas, da terakhir di Rokan Hulu hanya ada satu titik.Sementara itu, Satelit Aqua pada waktu yang sama mendeteksi 202 titik panas di daratan Provinsi Riau, terbanyak juga di Indragiri Hilir yakni 49 titik dan di Pelalawan 34 titik, kemudian di Bengkalis 33 "hotspot".Hingga saat ini Satgas Penanggulangan Bencana Kabut Asap Riau masih terus berupaya memadamkan titik-titik kebakaran lahan dan hutan melalui jalur darat dan udara. (fzr/ant)Punya info menarik di sekitar anda atau ingin berbagi berita silahkan sms ke 081275940999 atau via email: [email protected]