PEKANBARU - Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru menghentikan kegiatan rapid tes antigen acak bagi siswa di sekolah. Antisipasi penularan Covid-19 saat ini diutamakan dengan tracing kontak erat pasien Covid-19.

Hal ini disampaikan Kepala Diskes Kota Pekanbaru, Zaini Rizaldy Saragih, Kamis (3/3/2022). Ia menjelaskan, rapid antigen juga dihentikan karena sudah banyak sekolah yang kembali sekolah daring.

"Rapid antigen acak ini tidak lagi kita lakukan, karena kan sudah banyak sekolah yang tidak belajar tatap muka dan beralih menjadi daring," ujarnya.

Rapid antigen acak ini sebelumnya dilakukan setiap akhir pekan bagi peserta didik dan tenaga pendidik yang mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Gunanya untuk skrining penularan Covid-19 di sekolah selama PTM berlangsung.

Zaini menjelaskan, Diskes saat ini juga fokus untuk menggesa vaksinasi Covid-19. Mengingat penularan Covid-19 saat ini semakin tinggi.

Berdasarkan data harian Covid-19, penularan Covid-19 mencapai ratusan kasus perharinya. Kondisi ini juga berdampak kepada sejumlah kecamatan dan kelurahan di Kota Pekanbaru yang kembali masuk zona merah dan orange penyebaran Covid-19.

Kecamatan yang masuk zona merah, diantaranya Kecamatan Limapuluh, Marpoyan Damai, Payung Sekaki, Pekanbaru Kota, Rumbai, Sail, Senapelan serta Tuah Madani. Dari 15 kecamatan hanya Rumbai barat saja yang zona kuning.

"Satu zona kuning, selebihnya oranye dan merah," jelasnya.

Sementara itu di tingkat kelurahan terdapat 60 kelurahan masuk zona merah, 6 kelurahan zona orange, 13 kelurahan zona kuning dan 3 kelurahan zona hijau. ***