PEKANBARU – Agenda perdana Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto dimulai pagi ini, Kamis (6/11/2025), ia resmi menggantikan Abdul Wahid yang ditetapkan sebagai tersangka dugaan pemerasan atau jatah preman (japrem) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sekitar pukul 09.03 WIB, hampir seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terlihat sudah hadir di Ruang Rapat Melati, Kantor Gubernur Riau. Kehadiran juga tercatat lengkap mulai dari Asisten I hingga Asisten III. Namun rapat belum dimulai saat itu.

Baru pada pukul 09.12 WIB, SF Hariyanto tiba didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi. Setibanya di ruangan, rapat langsung dimulai dan berlangsung secara tertutup bagi media. Pintu ruang rapat ditutup setelah Plt Gubernur dan Sekda memasuki ruangan.

Rapat tersebut membahas evaluasi realisasi fisik dan keuangan APBD Provinsi Riau Tahun Anggaran 2025, serta konsolidasi internal menyusul dinamika pemerintahan pasca penetapan tersangka terhadap Abdul Wahid.

“Iya, rapat ini dipimpin langsung oleh Plt Gubernur dan diikuti seluruh OPD tanpa diwakilkan,” kata Sekda Syahrial Abdi sebelumnya.

Setelah rapat evaluasi ini, SF Hariyanto dijadwalkan melanjutkan agenda kedua berupa silaturahmi dan dialog bersama insan media Riau. Pertemuan tersebut diperkirakan menjadi panggung pertama SF Hariyanto untuk menyampaikan arah kebijakan serta sikap pemerintah provinsi dalam menjaga stabilitas birokrasi.

Penunjukan SF Hariyanto oleh Kementerian Dalam Negeri dilakukan sehari sebelumnya, sebagai langkah memastikan roda pemerintahan tetap berjalan di tengah proses hukum yang sedang berlangsung terhadap Gubernur nonaktif Abdul Wahid.

Situasi di lingkungan Pemprov Riau hari ini terpantau bergerak cepat, menandai fase baru penataan kepemimpinan di Riau. ***