
JAKARTA - PT Krakatau Posco yang merupakan perusahaan patungan antara PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dengan perusahaan baja Korea Selatan, POSCO, mengejutkan publik dengan perombakan jajaran pimpinannya. Nama Mufli Budi Ananda resmi masuk dalam struktur kepemimpinan dewan komisaris.
Berlokasi di Cilegon, Banten, perusahaan ini mengelola salah satu pabrik baja terpadu terbesar di Indonesia yang memiliki kapasitas produksi mencapai 3 juta ton baja per tahun.
Dalam jajaran baru itu, Mufli tercatat menjabat sebagai Komisaris untuk mendampingi Komisaris Utama Brigjen TNI Bambang Sudono Sastroprawiro. Posisi Presiden Direktur tetap diisi oleh Kim Young-Joong.
Penunjukan ini menuai reaksi warganet karena Mufli sebelumnya bekerja sebagai asisten pribadi Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad. Ia kerap mendampingi aktivitas bisnis maupun kegiatan sehari-hari Raffi, tanpa rekam jejak pengalaman di industri baja atau manufaktur.
Reaksi keras muncul di media sosial menyoroti pria usia 27 tahun tersebut.
"Jujur ini paling gong. Asistennya Raffi Ahmad menjadi Komisaris Krakatau Posco," tulis pengguna X @GerradKevin, Minggu (28/6/2026).
Cuitan yang menarik perhatian 3,4 juta pengguna X tersebut memicu dugaan adanya jalur orang dalam alias ordal.
"Tidak tahu, kok bisa? jalurnya gimana?" tanyanya.
Topik ini juga menghangat di platform lain.
"Lagi ramai soal komisaris usia 27 tahun yang belum berpengalaman, paling epic sih asisten Raffi Ahmad," sebut pengguna Threads @paltiwest, Minggu (28/6/2026).
Dari sisi akademik, Mufli memegang gelar Diploma Teknik Listrik dari Politeknik Bunda Kandung. Ia tercatat masuk Program Studi Teknik Industri Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) tahun 2014.
Merujuk pada data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI), status akademik Mufli tercatat mengundurkan diri pada tahun akademik 2018-2019, sehingga ia diduga belum menuntaskan pendidikan S1. PT Krakatau Posco belum merilis penjelasan resmi mengenai alasan maupun mekanisme penunjukan ini.***