PEKANBARU – Mendorong masyarakat untuk menjalani gaya hidup sehat tidak selalu harus melalui olahraga yang mahal atau rumit. Aktivitas sederhana seperti senam bersama dinilai mampu menjadi sarana meningkatkan kebugaran sekaligus mempererat interaksi sosial di ruang publik.

Semangat itu diwujudkan melalui program Bugar Pesona, kegiatan senam gratis yang digelar secara rutin di Stadion Utama Riau, Panam, Pekanbaru. Program hasil kolaborasi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Riau dengan Sanggar Senam Pesona Pekanbaru tersebut berlangsung setiap Rabu, Sabtu, dan Minggu mulai pukul 16.30 WIB dan terbuka bagi masyarakat umum.

Pimpinan Sanggar Senam Pesona, Ernany Rahayu, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya membangun kebiasaan masyarakat untuk lebih aktif bergerak sebagai bagian dari pola hidup sehat.

"Program Bugar Pesona hadir untuk mengajak masyarakat mencintai gaya hidup sehat melalui olahraga yang menyenangkan dan mudah diikuti. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang rutin beraktivitas fisik," ujar Ernany, Senin (29/6/2026).

Seluruh sesi senam dipandu instruktur yang telah memiliki kompetensi di bidang kebugaran. Gerakan yang digunakan juga disesuaikan agar dapat diikuti oleh peserta dari berbagai kelompok usia dan tingkat kemampuan.

Menurut Ernany, antusiasme masyarakat terhadap olahraga rekreasi terus meningkat. Hal itu terlihat dari bertambahnya jumlah peserta yang mengikuti kegiatan senam bersama di Stadion Utama Riau dalam beberapa tahun terakhir.

Program tersebut juga menjadi bagian dari perjalanan panjang Sanggar Senam Pesona yang telah berdiri sejak 1991. Selama lebih dari tiga dekade atau sekitar 34 tahun, lembaga itu aktif mengembangkan olahraga kebugaran di Riau melalui pelatihan instruktur, pembinaan klub senam, hingga berbagai kegiatan olahraga masyarakat.

Selain senam aerobik, LKP Senam Pesona juga mengembangkan kelas yoga, line dance, aquarobik atau senam di dalam air, serta membuka pelatihan bagi calon instruktur senam aerobik dan terapis spa sebagai bagian dari pengembangan sumber daya manusia di bidang kebugaran.

Ernany mengatakan, perjalanan membangun Senam Pesona tidak berlangsung mudah. Saat pertama kali memperkenalkan senam aerobik di Pekanbaru pada awal 1990-an, olahraga tersebut belum dikenal luas oleh masyarakat, bahkan sempat mendapat penolakan karena dianggap hanya diperuntukkan bagi kalangan tertentu.

Melalui berbagai kegiatan senam gratis di lingkungan masyarakat dan kerja sama dengan pengurus RT maupun RW, perlahan olahraga tersebut mulai diterima. Menurut Ernany, konsistensi menjadi kunci hingga akhirnya semakin banyak masyarakat merasakan manfaat olahraga bagi kesehatan.

"Yang membuat kami bertahan sampai sekarang adalah ketika melihat masyarakat merasakan manfaatnya. Ada peserta yang bercerita keluhan sakit kepala berkurang setelah rutin senam. Cerita-cerita seperti itu menjadi penyemangat bagi kami untuk terus bergerak," ujarnya.

Ia berharap kolaborasi bersama Dispora Provinsi Riau dapat terus mendorong budaya hidup sehat di tengah masyarakat.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Dispora Provinsi Riau yang selama ini terus memberikan dukungan sehingga program Bugar Pesona dapat berjalan secara berkelanjutan," katanya.

Selain melayani masyarakat umum, Sanggar Senam Pesona juga menyediakan layanan instruktur senam bagi instansi pemerintah maupun perusahaan swasta yang ingin mengadakan kegiatan olahraga bersama bagi pegawai.

Program senam bersama seperti Bugar Pesona dinilai sejalan dengan upaya membudayakan olahraga di tengah masyarakat. Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin tidak hanya membantu menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga berkontribusi dalam mencegah penyakit tidak menular, mengurangi tingkat stres, serta memperkuat interaksi sosial melalui kegiatan positif di ruang terbuka. ***