
TELUKKUANTAN, GORIAU.COM - Perubahan iklim memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap lingkungan, terutama bidang pertanian di Kuantan Singingi (Kuansing, Riau. Dimana, areal persawahan menjadi kering kerontang membuat petani susah bercocok tanam.
Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kuansing, Muharman melalui Asisten II Setdakab Kuansing, Indra Suandy dalam Rakor dan fasilitasi gubernur dengan bupati walikota dan instansi vertikal tahun 2015 di Gedung SKA CO EX, Selasa (13/10/2015) siang.
Kegiatan yang dibuka secara langsung oleh Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman mengambil tema sentral 'Antisipasi musim kering sebagai dampak perubahan iklim'.
"Perubahan iklim memberikan multi efek dalam segala bidang, dimana kekeringan menyulitkan masyarakat untuk mendapatkan air bersih, dampaknya sangat dirasakan di Kuansing," ujar Indra.
Dalam kesempatan ini, Sekda didampingi oleh Kaban BPMPKB, Kadis Sosial, Kadis Pertanian, Kesbangpol, Kabag Pem, Camat Singingi, Camat Singingi Hilir dan Camat Pucuk Rantau.
Karena musim kemarau cukup panjang, lanjut Indra, bisa berpengaruh terhadap hasil panen. Sebab, lahan semakin kering dan kebutuhan air akan sulit.
"Bencana tahun ini bisa kita jadikan pelajaran untuk mengantisipasi perubahan iklim di tahun mendatang," ujar Indra.(***)