DOHA - Pejabat Qatar mengarahkan investigasi yang komprehensif dan transparan terkait insiden tudingan bahwa belasan wanita calon penumpang pesawat di 10 penerbangan telah melalui penggeledahan yang invasif (diminta membuka baju) di Bandara Doha, Qatar.

Mengutip bbcindonesia, Rabu (28/10/2020), Qatar memaksudkan investigasi tersebut juga dilakukan "dengan bantuan negara lain,". Beberapa tudingan dan foto wanita beredar di media sosial.

Dalam tudingan yang beredar, para perempuan itu diminta membuka baju dan diperiksa, menyusul ditemukannya seorang bayi perempuan di sebuah tempat sampah di Bandara Hamad pada Jumat (2/10/2020) lalu.

"Apakah mereka baru saja melahirkan?" menjadi alasan pemeriksaan.

Terkait hal ini, pemerintah Australia menyatakan, sedikitnya 18 warga Australia termasuk yang diperiksa.

Selain memastikan investigasi, pemerintah Qatar telah meminta maaf atas keriuhan ang timbul dan mengatakan bayi perempuan itu kini dalam keadaan aman di pusat perawatan medis di Doha.

Mereka mengatakan bayi yang baru lahir itu ditemukan dalam kantung plastik, diletakkan di bawah onggokan sampah, yang mendorong "pencarian segera untuk orang tuanya, termasuk pada penerbangan di area sekitar bayi itu ditemukan,".

"Kendati tujuan pencarian dadakan itu mencegah pelaku kejahatan yang mengerikan melarikan diri, Qatar menyesali setiap penderitaan atau pelanggaran atas kebebasan pribadi yang dialami para pelancong akibat tindakan ini," kata otoritas Qatar dalam lansiran tersebut.***