SELATPANJANG - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kepulauan Meranti menggelar sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipasi, Rabu (29/11/2017). Puluhan peserta yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa terlihat antusias mengikuti.

Pantauan GoRiau, sosialisasi itu digelar di Kopitiam lantai 2 Jalan Diponegoro Selatpanjang, Kepulauan Meranti. Peserta terdiri dari OSIS, organisasi mahasiswa BEM, dan Pramuka.

Tiga komisioner Panwaslu Syamsurizal (penindakan pelanggaran), Muhammad Zaki (organisasi dan sumber daya manusia), dan Romi Indra (pencegahan dan hubungan antar lembaga) juga hadir saat itu.

Di hadapan peserta sosialisasi, kata Syamsurizal kedepan di Kepulauan Meranti ada agenda besar, yakni pemilihan kepala daerah (Gubernur dan Wakil Gubri) tahun 2018, dan Pileg serta Pilpres tahun 2019.

"27 Juni 2017 kita akan merayakan pesta demokrasi. 17 April 2019 dilaksanakan pesta demokrasi Pileg dan Pilpres serentak," kata Syamsurizal.

Disampaikan Syamsurizal lagi, peran mahasiswa sangat berpengaruh dalam pengawasan. Hal ini pula menjadi slogan Bawaslu yaitu bersama rakyat awasi pemilu, bersama Bawaslu tegakkan keadilan pemilu.

"Outputnya kita akan bentuk relawan pengawas pemilu. Bawaslu mengamanatkan akan ada sejuta pengawas Pemilu dengan catatan sudah sampai 17 tahun saat Pemilu," ujar Syamsurizal lagi.

"Kalau adik-adik sudah tahu mana boleh mana tidak, itu akan meminimalisir pelanggaran saat Pemilu. Makanya kita adakan sosialisasi ini," tambah Syamsurizal.

Ditambahkan Romi Indra SE, Pemilu memang harus diawasi dengan maksimal. Mereka berharap pelajar dan mahasiswa berpartisipasi dalam mengawasi jalannya Pemilu. "Apabila Pemilu tidak didukung semua pihak, mustahil akan berjalan sukses," ujar Romi.

Pelajar dan Mahasiswa juga disarankan untuk berkonsultasi dengan Panwascam setempat. Di sana, relawan (pengawasan) bisa mencari pengetahuan tentang Pemilu nantinya.

Panwaslu juga memberikan nomor kontak komisioner, hingga Panwascam ke pelajar dan mahasiswa peserta sosialisasi. ***