PANGKALAN KERINCI,GORIAU.COM - PT Transportasi Gas Indonesia (Trangasindo/TGI) Regional Office 3 dinilai tidak memedulikan lingkungan dan masyarakat yang tinggal di sekitar area kerja perusahaan itu. Hal terungkap saat perusahaan ini menggelar sosialisasi keselamatan, keamanan dan pengenalan jalur pipa gas ke masyarakat di Kelurahan Sorek Satu, Kabupaten Pelalawan, Jumat (3/5/2013).
Masyarakat sekitar menilai, perusahaan gas negara itu tidak peduli terhadap lingkungan dan kesejahteraan mereka. Bahkan menurut informasi, program sosial (CSR) tidak pernah mengucur ke masyarakat di Kelurahan Sorek Satu.
"Padahal sejak PT TGI berinvestasi lebih kurang kurun 11 tahun lalu, belum pernah terjadi suatu kejadian luar biasa di sepanjang jalur pipa gas kelurahan Sorek. Ini artinya, bahwa keamanan tetap terjaga," kata Lurah Sorek Satu, Syofyan.
Atas dasar ini, dirinya mengharapkan bisa terjalin kerjasama yang baik antara masyarakat kelurahan dengan pihak investor PT TGI. Apalagi jalur pipa gas itu melewati kelurahan sejauh 5 kilometer, dengan jumlah penduduk yang bermukim mencapai 300 kepala keluarga (KK).
"Kami berharap agar program CSR perusahaan ini hendaknya bisa dikucurkan sebagai wujud kepedulian perusahaan dengan masyarakat," kata Syofyan.
Sementara pihak manajemen PT TGI, Yudiandri, mengatakan, bahwa betapa sangat pentingnya dilakukan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat khususnya yang bermukim di sekitar jalur pipa gas yang selebar 25 meter itu.
Soalnya, lanjut dia, keberadaan pipa yang ditanam ke dalam tanah yang berisi gas yang mudah terbakar itu sewaktu-waktu bisa membahayakankeselamatan warga disekitar jalur pipa gas.
"Melalui sosialisasi ini kita paparkan bahaya dan dampak yang terjadi jika pipa yang berisi gas mengalami kebocoran. Jika hal itu yang terjadi, tentunya membahayakan keselamatan masyarakat, tentunya kita berikan kiat-kiat maupun apa yang dilakukan jika berada dalam kondisi darurat tersebut," ujarnya.
Sementara itu salah seorang Anggota DPRD Pelalawan yang juga masyarakat setempat Abdul Muzakir, sangat menyayangkan ketidak pedulian perusahaan itu.
Sejak beroperasi 11 tahun di bumi Pelalawan, kata dia, PT GTI belum memiliki kantor. Parahnya lagi, kehadiran perusahaan ini sama sekali tidak memberikan kontribusi kepada masyarakat Pelalawan.
"Kami senantiasa disuguhkan oleh dampak dan bahaya dari gas yang terus mengintai. Namun, hingga kini kita menilai kehadiran PT TGIsama sekali tidak pernah memberikan kontribusi atau peduli dengan masyarakat sekitarnya,"ungkap anggota Komisi A DPRD Pelalawan itu.
Pihak PT TGI terkait soal ini, Ody, mengatakan, sampai saat ini perusahaan itu masih berkantor di Pekanbaru. Sedangkan untuk program CSR kawasan Sorek Satu akan ditampung dan dalam waktu dekat akan segera direalisasikan.
Sementara di sisi lain, masyarakat sempat kecewa. Pasalnya dalam undangan yang dikirim untuk pertemuan itu tertera pukul 09.00 WIB, namun molor hingga dua jam lebih, sekira pukul 11. 15 barulah pertemuan dimulai.
Sosialisasi yang mengambil tema 'Membina Hubungan yang Harmonis Di Sepanjang Jalur Pipa Gas' itu, digelar di aula kantor Lurah Sorek Satu itu dihadiri oleh sejumlah manajemen PT TGI, anggota DPRD Pelalawan Abdul Muzakir, Lurah Sorek Satu Syofyan beserta perangkat,Kapolsek Pangkalan Kuras, serta masyarakat yang menghuni disepanjang jalur pipa gas.(ilm)Â