PEKANBARU - Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Riau di sektor jasa keuangan, yang memiliki core bisnis permodalan untuk UMKM dan Koperasi, PT. Permodalan Ekonomi Rakyat (PT.PER) secara berkelanjutan memantapkan kapasitas Sumber Daya Manusia (Human Capital) PT. PER agar terus dapat menyelenggarakan operasionalisasi perusahan, sesuai prinsip good corporate governance (GCG).

Seperti pada hari ini, Sabtu (8/2/2020) bertempat di Whizz Hotel Pekanbaru, PT. PER menaja Training Manajemen Risiko yang ditujukan untuk seluruh pimpinan divisi, pimpinan bagian dan pimpinan cabang kantor PT. PER.

Kegiatan ini direncanakan akan dilaksanakan selama 2 (dua) hari sampai dengan Ahad 9 Februari 2020, dengan menghadirkan Dr. Bambang Rianto Rustam, SE, MM sebagai narasumber.

Jajaran Dewan Komisaris dan Direksi PT. PER juga tampak ikut menyimak paparan narasumber. Selain itu, terlihat ada Zulfa Hendri Komisaris Independen, H. Syamsul Bakri Direktur Utama dan Rudi Alfian Umat Direktur.

"Ruang lingkup materi dalam training ini meliputi materi risiko dan regulasi perbankan, materi pengenalan risiko pasar, kredit dan operasional, dan materi pengawasan, keterbukaan dan tata kelola," ujar Bambang dalam prolog awal penyampaian materinya.

Sementara itu saat dimintai tanggapan atas pelaksanaan kegiatan training ini, Zulfa Hendri sebagai Komisaris Independen PT. PER menyatakan bahwa sudah menjadi konsekuensi logis dalam pengimplementasian prinsip tata kelola perusahaan yang baik/GCG adalah dengan secara berkala melakukan upgrade kapasitas SDM suatu perusahaan, apakah melalui training seperti ini, coaching, magang dan lain-lain.

"Apalagi di era disrupsi ini, tentu harus banyak terobosan agar inovasi-inovasi dari berbagai sisi dapat dilakukan, lahirnya financial technology (fintech) misalnya merupakan inovasi mutlak era disrupsi," ujar Zulfa, panggilan akrabnya. (advertorial)