RENGAT, GORIAU.COM - Sejak dibeli oleh PT Samsung Group, PT GH (Gandahera Hendana) menjadi salah satu perusahaan pembangkang di Kabupaten Inhu. Hal ini terkait dengan keberadaan Tenaga Kerja (Naker) asingnya yang tidak pernah dilaporkan kepada Pemkab Inhu melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran) Inhu.
Kepala Bidang (Kabid) Ketenagakerjaan Dinsosnakertrans Inhu R Jon Efendi, SSos melalui Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan Bentur Sinaga SSos di ruangan kerjanya, Selasa (5/2/2013) mengatakan bahwa sejauh ini pihak manajemen PT GH belum juga melaporkan keberadaan Naker asingnya kepada Dinsosnakertrans Inhu.
''Berdasarkan hasil survey tim yang dilakukan beberapa waktu yang lalu kita menemukan keberadaan tiga orang asing di perusahaan tersebut, satu orang warga Malaysia dan dua orang lainya adalah warga Korea,'' jelasnya.
Dinsosnaker juga sudah meminta kepada perusahaan untuk segera membereskan administrasi terkait keberadaan Naker Asing tersebut serta data- data tentang Naker Asing, namun sampai sekarang belum juga dilakukan oleh yang bersangkutan.
''Sebagaimana ketentuan yang berlaku setiap perusahaan wajib memiliki Izin Mendatangkan Tenaga Asing (IMTA) jika ingin memperkerjakan tenaga kerja asing di suatu Negara, serta Kartu Izin Tempat tinggal Semenetara (KITAS), biasanya ini dimiliki oleh setiap Perusahaan, namun sejauh ini kita belum menerima berkasnya,'' kata Bentur.
Dijelaskan, ini wajib dilaporkan oleh pihak perusahaan kepada dinas terkait yang dalam hal ini adalah Dinsosnakertran Inhu. ''Kita sudah mendatangi pihak perusahaan begitu mengetahui adanya Naker Asing di PT. GH ini dan langsung bertemu dengan manajemennya, pada saat itu pihak peruasahaan berjanji untuk segera menyeleaikan administrasi yang berkaitan dengan Naker asing tersebut, namun sampai saat ini hal tersebut belum juga mereka lakukan,'' jelasnya.
Kita tidak tahu apa yang ada didalam pikiran para petinggi yang ada di PT GH ini, menggunakan Naker diluar daerah saja harus melapor kepada dinas terkait apalagi menggunakan Naker Asing.
Sementara itu Hadi Sunarso Humas PT. GH setelah beberapa kali dihubungi melalui selulernya tidak juga mau mengangkat, dan pesan SMS pun tidak dibalas, sehingga tidak diperoleh keterangan sejauh mana kepengurusan Naker asing yang ada di perusahaan tersebut. (aun)