PEKANBARU, GORIAU.COM - Menghadapi Liga Amatir Nusantara sebagai peleburan atas Divisi I, II dan III mulai 2014 mendatang, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Pusat mengharuskan setiap klub yang akan menjadi peserta harus memiliki pondasi dan infrastruktur yang kuat.

Pondasi yang dimaksud tentunya masalah keuangan. Dimana Liga Amatir Nusantara yang dimaksud diprediksi akan memiliki pertandingan lebih banyak dengan dengan potensi nilai jual yang lebih tinggi. "Klub harus kuat dalam hal infrastruktur untuk menjalani liga," kata Komite Exco PSSI Pusat, Hardi Hasan beberapa waktu lalu.

Untuk itu, dirinya mengharapkan, setiap klub harus bisa dan mampu mencarikan dana dan biaya untuk menjalani setiap bahkan hingga musim selesai. Karena jumlah pertandingan yang diprediksi lebih banyak tadi tentu saja akan membutuhkan biaya yang relatif besar.

Seperti diberitakan sebelumnya, baik Divisi I, II dan III biasanya digulir secara nasional, namun kali ini tidak lagi, yakni akan dilaksanakan oleh masing-masing daerah. Artinya, setiap Asosiasi PSSI Provinsi mempunyai liga tersendiri. Kebijakan ini tentunya untuk diambil untuk meminimalkan anggaran yang dihabiskan PSSI setiap menjalani liga.

Jadi setiap provinsi akan menjalani liga masing-masing. Kebijakan ini diambil sejak peralihan PSSI dari pengprov ke asosiasi. Riau sendiri telah mengesahkan statuta asosiasi pada 15 Desember 2013 lalu di Pekanbaru melalu Kongres Luar Biasa (KLB).(tri)