PALEMBANG – PSPS Pekanbaru kembali gagal memanfaatkan keunggulan situasi di atas lapangan. Sudah unggul lebih dulu dan bermain melawan 10 pemain sejak babak pertama, tim berjuluk Askar Bertuah itu justru harus menelan kekalahan 2-3 dari Sumsel United FC dalam laga yang berlangsung di kandang Sumsel United, Sabtu (10/1/2026) sore.

PSPS sebenarnya mengawali pertandingan dengan meyakinkan. Sejak menit-menit awal babak pertama, tim tamu tampil dominan dan leluasa menguasai permainan. Anak asuh Aji Santoso langsung menekan pertahanan Sumsel United melalui sejumlah serangan dari kedua sisi sayap.

Tekanan PSPS membuahkan hasil pada menit ke-20. Pelanggaran handsball yang dilakukan bek Sumsel United, Rachmad Hidayat, di dalam kotak penalti membuat wasit menunjuk titik putih. Ilham Fathoni yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya. Tembakan ke sisi kanan gawang gagal diantisipasi kiper Sumsel United, Trihatmodjo. PSPS unggul 1-0.

Namun keunggulan itu tak bertahan lama. Lima menit berselang, Sumsel United mampu menyamakan kedudukan. Juninho memanfaatkan umpan silang Diego Dall’Oca dan dengan tenang melakukan chip melewati kiper PSPS, Muhammad Darmawan. Skor kembali imbang 1-1.

Gol balasan itu tidak membuat PSPS mengendurkan tekanan. Tim tamu kembali unggul lewat pemain anyar mereka, Vieri Donny. Berhasil melewati hadangan pemain belakang Sumsel United, Vieri melepaskan tembakan datar yang tak mampu dijangkau Trihatmodjo. PSPS kembali memimpin dengan skor 2-1.

Situasi kian menguntungkan PSPS ketika kapten Sumsel United, Rachmad Hidayat, harus meninggalkan lapangan setelah menerima kartu merah akibat pelanggaran kedua. Bermain dengan 10 pemain, Sumsel United justru mampu bertahan hingga turun minum dengan skor 1-2.

Memasuki babak kedua, PSPS mencoba langsung menekan. Peluang sempat hadir lewat Rafly Selang, tetapi umpan silang dari sisi kanan belum bisa dimanfaatkan. Sumsel United justru tampil lebih berani meski kekurangan pemain.

Upaya itu berbuah hasil pada menit ke-51. Pemain pengganti Kahar Kalu, yang masuk di awal babak kedua, mencetak gol penyama kedudukan. Ia menyambut umpan silang lambung Fatur Rochman dengan sundulan yang melambung tinggi dan mengecoh Darmawan. Skor kembali imbang 2-2.

Alih-alih tertekan, Sumsel United justru tampil semakin percaya diri. Diego Dall’Oca kerap menusuk ke area pertahanan PSPS, sementara Fatur Rochman rajin membantu serangan dari sisi sayap. PSPS yang mencoba bermain dengan garis pertahanan tinggi justru beberapa kali kerepotan menghadapi serangan balik cepat.

Aji Santoso mencoba menyegarkan lini depan dengan memasukkan Harinur dan Bramdani. Namun sejumlah peluang yang didapat PSPS, termasuk dari situasi bola mati, gagal dimaksimalkan. Tendangan bebas Reza dan Rafly Selang belum menemui sasaran.

Masalah lama PSPS kembali terlihat. Meski unggul jumlah pemain, aliran bola kerap terputus di sepertiga akhir lapangan. Kesalahan umpan dan buruknya pengambilan keputusan membuat tekanan PSPS tidak berujung gol.

Petaka bagi PSPS datang di menit ke-90. Diego Dall’Oca mencetak gol kemenangan Sumsel United, memanfaatkan kelengahan lini belakang PSPS yang mulai kehilangan konsentrasi di akhir laga. Skor berubah menjadi 3-2 untuk tuan rumah dan bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk PSPS dalam memaksimalkan keunggulan pemain. Situasi serupa pernah terjadi saat menghadapi Garudayaksa pada November lalu, ketika PSPS juga gagal meraih hasil positif meski lawan bermain dengan 10 orang.

Alih-alih membawa pulang poin, PSPS Pekanbaru kembali pulang dengan tangan hampa—sebuah kekalahan yang menegaskan bahwa keunggulan jumlah pemain belum tentu berbanding lurus dengan kemenangan. ***