BOGOR - Kekalahan dari Arema FC pada pekan pembuka Kompetisi Sepakbola Liga 1 2020 di Stadion Pakansari Bogor, Jawa Barat, Senin (3/3/2020) lalu, tak menyurutkan semangat Arthur Bonai. Bahkan, pemain tengah Laskar Padjajaran ini yakin timnya mampu bangkit. 

PS Tira gagal menuai hasil manis usai dibekuk Singo Edan berkat dwigol Kushedya Hari Yudo. Arthur mengaku kekalahan di laga kandang begitu menyakitkan. Namun ia enggan berlama-lama terpuruk dan segera memperbaiki kesalahan.

"Memang hal yang menyakitkan di laga pertama di home sendiri mengalami kekalahan. Tapi mau tidak mau, itulah realitas sepak bola kita sudah berkomitmen setelah dari sini dalam sesi latihan sebelum kita ke laga berikutnya kita perbaiki kesalahan yang terjadi lawan Arema," ungkap Arthur.

"Saya tidak bisa menyalahkan rekan-rekan, setahu saya mereka sudah berusaha semaksimal mungkin. Kita serahkan kembali ke pelatih untuk bagaimana meracik strategi berikutnya untuk lawan di depan kita," tegasnya.

Arthur juga mengakui ada sedikit kendala bahasa yang menjadi jurang pemisah antara pemain dengan pelatih asal Belarusia, Igor Kriushenko.

Disamping itu, mantan pilar Perseru Serui ini enggan berbicara lebih jauh soal target PS TIRA lantaran masih terlalu dini dan lebih memilih fokus di setiap pertandingan.

"Memang kita sementara kesulitan di komunikasi, karena pelatih bahasa Inggris kurang begitu bagus, jadi kita kendala sedikit tapi itu bukan masalah, kita harus kerja semaksimal mungkin," kata Arthur.

"Saya terutama belum bisa untuk ini [target] tapi kita antusias dengan pemain kita yang tidak terlalu banyak pemain bintang, tapi semuanya berpengalaman. Sekarang kita fokus ke performa tim kita karena kita berusaha mengangkat performa dan kekompakan, dalam permainan menyerang dan bertahan," pungkasnya. ***