
DENPASAR, GORIAU.COM - Peserta dari Kuantan Singingi dan Rokan Hilir, Riau, melakukan protes tentang status kepesertaan mereka pada Kongres IV Partai Amanat Nasional (PAN) di Hotel The Westin Hotel, Nusa Dua, Bali, Minggu (1/3/2015). Aksi protes ini menjadi pemicu kericuhan di arena Kongres IV PAN.
Awalnya, Ketua DPD PAN Kuansing Andi Nurbai yang dipecat DPW PAN Riau sekitar setahun lalu angkat bicara. Kepada pimpinan sidang Taufik Kurniawan, anggota DPRD Kuansing itu minta haknya sebagai peserta. Karena dia merasa pemecatan tersebut tidak sesuai dengan AD/ART.
Protes itu ditanggapi Taufik dengan menyatakan akan dibahas di Steering Comitte (SC). Namun Andi dan Plt Ketua DPD Kuansing Nasri Ewa boleh didalam ruangan. Begitu pula dengan Hj Suyati, Ketua DPD PAN Rokan Hilir (Rohil) yang dipecat dan dihganytikan dengan Amansyah sebagai Plt.
Protes Andi didukung peserta lain yang bernasib sama. Mereka ini umumnya mendukung calon Ketum Zulkifli Hasan. Tapi peserta pendukung calon Ketuam Hatta Rajasa tidak sependapat dengan pimpinan sidang. Mereka minta yang tidak punya tanda peserta dikeluarkan. Hal ini membuat perdebatan dan panas suasana.
Tiba-tiba dari arah tengah melayang sebuah kursi dan mengenai seorang peserta Ketua DPD PAN Kabanjahe, Sumut. Kursi mengenai kepalanya dan mengeluarkan darah segar. Suasana menjadi ricuh dan pimpinan sidang akhirnya mengskor sidang.
Setelah situasi aman, sidang dilanjutkan untuk membahas tata tertib. Zulkifli Hasan dan Hatta Rajasa masuk ke ruang sidang dan meminta peserta tenang. Akhirnya, sidang dapat dilanjutkan dan berjalan lancar.
Menurut Andi Nurbai kepada GoRiau di arena Kongres PAN, pemecatan dirinya bersama Ketua DPD Rohil tidak sah dan sewenang-wenang. ''Apa kesalahan saya dan apa yang dilanggar tidak pernah dijelaskan,'' ujarnya.
Kemudian, pengangkatan Nasri Ewa sebagai Plt Ketua DPD Kuansing juga melanggar AD/ART. Seharusnya ada Musda Luar Biasa untuk mengangkatnya. Apalagi mereka merombak total seluruh pengurus. Namun Musdalub tak pernah diadakan. ''DPW PAN Riau telah sewenang-wenang dan menzalimi saya. Satu tahun saya tahankan karena protes tak pernah ditanggapi,'' tegasnya.
Sehari sebelumnya Andi bersama dengan Suryati juga telah protes ke panitia registrasi. Namun protes hanya ditanggapi enteng. Kartu peserta Nasri dan Amansyah tetap diberikan. Andi sampai mengamuk dan menggebrak meja sampai tiga kali. Amarah Andi dapat dikendalikan oleh Satgas PAN SIMPATIK. (fjw)