
PEKANBARU - Puluhan mahasiswa dari Universitas Islam Riau (UIR) mendatangi Mapolda Riau, Senin (25/4/2016) sore, untuk melaporkan oknum polisi lantaran sudah meludahi mereka dan bersikap kurang pantas saat berlangsungnya acara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dilaksanakan di kampus mereka pagi tadi.
Informasi yang dirangkum GoRiau.com dari mahasiswa ini, keributan kecil tersebut berawal saat mahasiswa ingin mengantarkan petisi berisi beberapa poin tuntutan yang rencananya hendak diserahkan secara langsung ke komisioner KPK yang memberi pemaparan di UIR.
Tapi upaya itu tidak jadi, karena langkah mereka dihalangi oleh oknum polisi yang tengah pengamanan di sana. Keributan pun sempat muncul, sebab mahasiswa bersikeras ingin bertemu komisioner. Buntutnya, sang oknum itu lepas kendali dan meludahi mahasiswa. "Presma kami, Firka dan beberapa kawan lainnya diludahi," ungkap mahasiswa.
Melihat sikap arogansi tersebut, mahasiswa pun meminta sang oknum untuk meminta maaf. "Sudah minta maaf, cuma kami rasa sikapnya tak pantas. Makanya kami laporkan ini ke Polda, dengan harapan agar diproses, termasuk ke Propam," jawab mereka.
Akibat keributan kecil itu, para mahasiswa tak jadi memberikan petisi yang berisi beberapa kasus-kasus dugaan korupsi yang ditenggarai terjadi di Riau. "Tak jadi lah. Tadi juga sempat ditenangkan bapak-bapak polisi. Kami merasa ini kurang tepat dilakukan," jawabnya lagi.
Pantauan GoRiau.com, puluhan mahasiswa ini masih berada di Mapolda menunggu proses pelaporan di Sentra Kepolisian Terpadu (SPKT) selesai. Jika laporan itu tidak diproses, mahasiswa menganjam bakal menggelar aksi massa.
Adapun pagi tadi, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Irjen Pol Basaria Panjaitan datang ke UIR, Pekanbaru, Riau untuk memberikan pemaparan materi-materi menyangkut perihal korupsi. Menurut mahasiswa ini, oknum polisi tersebut bertugas di salah satu Mapolsek di Pekanbaru. ***