DUMAI, GORIAU.COM - KIsah penganiayaan polisi oleh sekelompok anggota Geng Motor yang sedang melakukan balapan liar ternyata cukup mengharukan. Pasalnya Briptu berinisial E tersebut sempat dia aniaya selama 30 menit dan diseret sejauh 2 kilometer.

Diceritakan Arif, aksi brutal tersebut terjadi hampir berlangsung setengah jam lamanya. Polisi tersebut dimaki-maki, dipukul, ditendang oleh massa hingga polisi yang diketahui Berpangkat Briptu berinisial E itu diseret-seret di jalanan hingga sejauh 2 kilometer oleh massa pebalap liar tersebut.

Polisi yang terlihat lemah, tampak pasrah saat mendapat tindakan-tindakan tidak manusiawi yang dilakukan oleh massa pebalap liar tersebut.

Seperti diberitaan sebelumnya, aksi brutal yang dilakukan geng motor yang sedang melakukan balapan liar di Dumai terjadi karena para anggota Geng Motor merasa terganggu. Mereka kesal dan akhirnya menganiaya polisi yang sedang melakukan patroli, namun anehnya, tiga polisi lainnya yang berada di dalam mobil sebelum korban dianiaya, sempat melarikan diri dan tidak memberi pertolongan kepada polisi yang dikeroyok.

Peristriwa itu terjadi di kawasan Jalan Sudirman (Pasar Lepin-Ramayana) Kota Dumai, Sabtu (12/04) malam kemarin. Anggota Polisi yang dianiaya berasal dari Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Dumai. Ia dihajar ratusan massa pebalap liar yang mayoritas masih usia remaja, hingga babak belur. Yang parahnya lagi, Polisi tersebut sempat diseret-seret oleh mereka (pebalap liar,red) hingga ratusan meter.

Informasi yang didapat di lapangan menyebutkan, bahwa Polisi Lalu Lintas yang sedang mengendarai mobil patroli itu hendak mengamankan aksi balap liar. Mobil patroli Lantas Polres Dumai menghadang kumpulan anak-anak yang masih remaja itu. Tampak mobil patroli menyesak para pengendara sepeda motor bahkan melakukan rem mendadak.

Tindakan itu membuat sejumlah pebalap liar gerah dengan sikap yang seperti hendak melakukan upaya mencelakakan mereka. Ketika, mobil patroli tersebut berhenti di depan gerbang Pasar Lepin, seorang Polantas (korban) turun dari mobil. Sehingga massa yang mulai geram mendekatinya dan mengepungnya. Sehingga tidak ada ruang untuk Polisi itu keluar.

Sementara, mobil patroli yang dinaiki Polisi tersebut dan beberapa rekannya pergi meninggalkan kerumuman, namun sayang, rekan polisi yang berjumlah 3 personil di dalam mobil, meninggalkan polisi (korban) sendiri dalam kerumunan pebalap liar yang sedang memuncak api kemarahannya tersebut. (za)