PEKANBARU - Kepolisian Daerah (Polda) Riau mengerahkan jajaran intelijen serta Bhabinkamtibmas sebagai palang pintu terdepan dalam mendeteksi pergerakan kelompok radikal, pasca teror molotov di Gereja Oikumene, Samarinda, yang tewaskan beberapa orang.

Itu dikatakan Kapolda Riau, Brigjen Zulkarnain, Senin (14/11/2016). "Sesuai yang diarahkan Pak Kapolri, kita gerakkan intelijen dan Bhabinkamtibmas mengawasi kelompok-kelompok seperti ini," jawabnya kepada GoRiau.com (GoNews Group).

Baca Juga: 1 Balita Korban Teror Bom Samarinda Meninggal Dunia, Apa Kata DPR?

Menurut Jenderal bintang satu tersebut, kelompok yang diawasi ini diduga berafiliasi dengan jaringan ISIS (Islamic State Irak Suriah), serta beberapa lainnya. Mereka pun sekarang sudah dalam pengawasan aparat berwajib.

"Ada (di Riau, red). Kita ada data-datanya (kelompok ini) dan dalam pengawasan. Sejauh ini di Riau belum ada yang mengkhawatirkan, namun kita tetap waspada dan bekerja sama juga dengan TNI," singkat dia usai acara HUT Brimob ke 71, di Mako Brimobda, di Pekanbaru.

Baca Juga: Kapolri Sebut Pelaku Bom Samarinda Eks Napi Bom Tangerang

Sejauh ini, sudah ada belasan orang terduga kelompok pelaku teror gereja di Samarinda diamankan pasukan khusus, termasuk oleh tim Densus 88. Bahkan ditenggarai kelompok itu pernah terlibat beberapa kasus serupa di Indonesia. ***