
SELATPANJANG - Tindakan tidak terpuji terlihat di laut Tanjungmotong Desa Permai Kecamatan Rangsangbarat Kepulauan Meranti, Riau. Mangrove jenis pohon api-api sebagai pelindung untuk mengatasi abrasi ditebang oleh oleh tangan-tangan jahil.
Ketua Kelompok Pelestarian Wilayah Pesisir (Tegas) Kadarsiono yang merupakan pencetus dan penggiat penyelamatan daerah dari abrasi ketika dikonfirmasi GoRiau, Sabtu (11/6/2015) mengaku sangat kecewa. Bahkan, dalam kesedihan itu Kadarsiono mengaku seperti trauma dan menyebabkan Ia tak bisa tidur semalaman.
"Semalam ada warga melapor bahwa pohon api-api itu ditebang orang. Saya sangat sedih, trauma, dan tak bisa tidur, terfikir terus," ujar Kadarsiono melalui sambungan ponselnya.
Ketika ditanya apakah ia mengetahui orang yang telah merusak pohon pelindung dari abrasi itu, kadarsiono mengaku tidak tahu. Menurutnya, selama ini Ia tidak pernah bermusuhan dengan warga manapun. "Saya tidak tahu. Di daerah sana ada kafe-kafe, ada masyarakat juga. Kalau masalah, saya sama sekali tidak ada bermasalah sama siapapun," aku Kadarsiono.
Diceritakan Kadarsiono, api-api tersebut Ia tanam sejak tahun 2012-2013 lalu. Dengan susah payah Ia beserta anggota Kelompok Tegas menghidupkan pohon pelindung itu.
Kadarsiono menyerahkan permasalahan tersebut kepada pihak BPD, Desa, dan Camat Rangsangbarat. Sebab, Kadarsiono sendiri merupakan warga Desa Anak Setatah. "Saya serahkan kepada BPD, Kades, dan Camat Rangsangbarat untuk menyelesaikan masalah penebangan api-api ini," ujar Kadarsiono lagi.
Kadarsiono bersama Kelompok Tegas telah berbuat untuk menyelamatkan pulau-pulau dari Abrasi sejak tahun 2005 silam. Saat itu, Kabupaten Kepulauan Meranti masih bagian dari Kabupaten Induk, Bengkalis. ***