
PEKANBARU — Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Terantam, yang dikelola oleh PTPN IV Regional III di bawah Sub Holding PTPN IV PalmCo, memperkuat komitmennya terhadap operasional berkelanjutan sesuai standar internasional Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Langkah ini mencerminkan upaya nyata perusahaan dalam memastikan keberlanjutan industri kelapa sawit Indonesia.
Manajer PKS Terantam, Andri, mengungkapkan bahwa semua proses operasional, mulai dari produksi crude palm oil (CPO) hingga pengelolaan limbah, dilakukan dengan mematuhi standar prosedur operasional (SOP) yang telah ditetapkan. Salah satu inovasi unggulan adalah pemanfaatan limbah cair sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) sebagai sumber energi baru terbarukan (EBT).
“Kami pastikan seluruh operasional PKS Terantam sesuai dengan standar yang ditetapkan RSPO. Ini bukti nyata komitmen kami terhadap keberlanjutan,” ujar Andri, Jumat (14/12/2024).
Pernyataan ini juga sekaligus membantah sejumlah isu negatif yang disebarkan pihak-pihak tertentu yang dinilai sarat misinformasi.
Dukung Net Zero Emissions 2060
Lebih lanjut, Andri menjelaskan bahwa PKS Terantam telah mengoperasikan pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg) sejak 2019, memanfaatkan POME sebagai bahan baku utama. Fasilitas ini mampu menghasilkan tenaga listrik hingga 0,7 MW, mendukung program pemerintah menuju Net Zero Emissions pada 2060.
“Instalasi PLTBg ini meningkatkan efisiensi operasional hingga Rp2,4 miliar per tahun dan menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 352,45 ton CO2Eq,” tambahnya.
Selain itu, fasilitas ini juga mengembangkan pilot project Bio-Methane Compressed Natural Gas (Bio-CNG), yang menghasilkan metana murni untuk kebutuhan kendaraan maupun gas rumah tangga.
“Inisiatif ini menunjukkan peran aktif kami mendukung dokumen Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia, yaitu menurunkan emisi sebesar 29 persen dengan usaha sendiri dan 41 persen dengan dukungan internasional pada 2030,” terang alumni IPB University tersebut.
Komitmen ini tidak hanya menjadi langkah strategis perusahaan, tetapi juga kontribusi penting dalam mendukung transisi energi Indonesia menuju keberlanjutan. ***