PEKANBARU – Penerangan jalan umum (PJU) di kawasan portal pembatas kendaraan Leighton 1, Jembatan Siak I, Kota Pekanbaru, kembali padam. Berdasarkan pantauan Goriau, Senin (26/1/2026) dini hari, kondisi di sekitar portal tampak gelap dengan pencahayaan yang sangat minim.

Padamnya PJU tersebut terjadi meskipun sebelumnya Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menyatakan telah melakukan perbaikan penerangan dan portal pembatas kendaraan di lokasi tersebut. Namun, kerusakan fasilitas di kawasan itu kembali berulang.

Minimnya penerangan di kawasan Jembatan Siak I bukan kali pertama menjadi sorotan. Kondisi tersebut bahkan sempat memicu kecelakaan lalu lintas. Salah satu insiden terjadi pada Sabtu (29/11/2025) malam, ketika sebuah truk kontainer tersangkut dan menghantam portal pembatas tinggi hingga bagian depannya ambles. Peristiwa itu sempat mengganggu arus lalu lintas dan menarik perhatian warga sekitar.

Warga yang tinggal di sekitar lokasi mengaku resah dengan kondisi PJU yang kerap padam. Rudi, warga Kecamatan Rumbai, mengatakan gelapnya kawasan portal sangat berbahaya, terutama pada malam hari.

“Kalau malam gelap sekali. Portal itu tidak terlalu kelihatan dari jauh. Pengendara yang tidak hafal jalan bisa celaka,” kata Rudi, Selasa (27/1/2026) sore.

Hal senada disampaikan Siti, warga yang setiap hari melintasi Jembatan Siak I. Menurutnya, kondisi penerangan yang tidak konsisten membuat pengendara waswas.

“Kadang terang, kadang gelap. Kalau lagi mati lampu, kami jadi ekstra hati-hati. Apalagi truk-truk dari luar kota banyak yang tidak tahu ada portal,” ujarnya.

Sementara itu, Andi, warga sekitar Leighton 1, berharap pemerintah tidak hanya memperbaiki lampu, tetapi juga meningkatkan pengamanan fasilitas umum.

“Kalau cuma diperbaiki tapi tidak dijaga, pasti dicuri lagi. Harus ada pengawasan atau sistem yang lebih aman,” katanya.

Pimipinan Dishub yang saat itu Plt Kepala Dishub Pekanbaru, Sunarko, sebelumnya mengungkapkan bahwa perbaikan sempat dilakukan setelah kejadian pencurian kabel pada 20 November 2025. Tidak lama berselang, kabel penerangan kembali hilang akibat aksi pencurian oleh oknum yang kerap disebut sebagai “rayap besi”.

“Lampu jalan sudah kami perbaiki, tapi kabelnya dicuri lagi. Ini yang menjadi penyebab utama kerusakan terus berulang,” ujar Sunarko dalam keterangan sebelumnya.

Sebelumnya, Dishub Pekanbaru juga membantah anggapan bahwa minimnya penerangan menjadi penyebab utama kecelakaan di kawasan tersebut. Sunarko menyebut lampu penerangan sebenarnya tersedia dan rambu pembatas telah dipasang, meski beberapa di antaranya hilang.

“Sudah ada plang pembatas, tapi hilang. Dari dulu juga sudah dipasang. Jalur itu hanya bisa dilintasi kendaraan kecil seperti pikap,” kata Sunarko.

Dishub mengimbau pengemudi, khususnya kendaraan bertonase besar, untuk mematuhi batas tinggi kendaraan saat melintas di Jembatan Siak I. Masyarakat juga diminta ikut menjaga fasilitas umum agar tidak dirusak atau dijarah.

“Fasilitas umum ini milik bersama. Kalau terus dirusak, dampaknya kembali ke masyarakat,” ujar Sunarko. ***