PEKANBARU, GORIAU.COM - Dalam melaksanakan pengelolaan kebun diharapkan petani dan petugas lapangan ikut mendukung terciptanya ekosistem yang berimbang, pengelolaan kebun yang akan menciptakan makin berkembangnya organisme pengganggu tumbuhan (OPT) baik gulma, hama dan penyakit dapat dihindari dengan menerapkan pengendalian hama secara terpadu.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Drs. H Zulher MS seusai kegiatan Rapat Teknis Dengan Petugas Pengamat Hama dan Penyakit Tanaman Perkebunan yang diikuti oleh 54 orang peserta yang berasal dari Dinas Perkebunan Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau, di Hotel Grand Tjokro, Rabu (25/6/2014) sore.

Zulher menyebutkan, tanaman sangat berpotensi untuk menurun tingkat produksinya akibat kelalaian dalam mengelola usaha perkebunan khususnya pengendalian hama dan tanaman.

''Kita selaku pihak pemerintah berupaya untuk memberikan pembelajaran kepada petani baik secara langsung maupun pelatihan kepada petugas pengamat hama dan tanaman agar terus berupaya untuk mengendalikan hama dan tanaman. Apalagi beberapa hama di Riau ini menyebabkan ratusan hektar lahan perkebunan tidak bisa berbuah lagi,'' ujar Zulher.

Zulher juga menghimbau kepada petani untuk melaporkan secepat mungkin kepada Dinas Perkebunan kabupaten/kota apabila tanamannya telah diserang oleh suatu jenis hama dan penyakit tanaman. Jika petani lalai dalam melaporkan hama dan penyakit tersebut maka dikhawatirkan hama dan penyakit tanaman tersebut akan terus berkembang dan merugikan seluruh pihak.

''langkah itu merupakan kontrol kita dalam pengendalian hama dan tanaman. Jika informasi penyakit dan hama itu cepat kita ketahui maka memudahkan kepada kita mencari solusi treatment¬nya. Jadi jangan sampai parah baru dilaporkan,'' diingatkan Zulher.

Hama yang berkembang di Riau ini yaitu Kumbang Tanduk (Oryctes) yang menyerang kelapa sawit, Ulat Api yang menyerang kelapa sawit dan Kumbang Janur yang menyerang kelapa dan Jamur Akar Putih yang menyerang karet. Sedangkan untuk penyakit yang paling banyak adalah Ganoderma yang menyerang kelapa sawit dan karet.

Langkah yang dilakukan oleh Dinas Perkebunan Provinsi Riau selama ini adalah memberikan pendidikan kepada petani dan petugas pengamat dalam melakukan perlakuan kepada hama dan penyakit dan jika hama dan penyakit tersebut telah parah dan luas maka Disbun Riau memberikan bantuan kepada petani agar penyakit dan hama tersebut dapat segera dikendalikan.

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Ir. Kaisal menyebutkan bidang perlindungan Disbun Riau terus melakukan pembinaan kepada petani dan petugas pengamat hama dan penyakit. Kita menyadari, katanya, bahwa anggaran yang disalurkan kepada petani sangat terbatas. Untuk itu, yang dilakukan oleh Disbun Riau yaitu peningkatan keilmuan petugas pengamat agar bisa disalurkan kepada petani.

''Dalam pengendalian hama dan penyakit, semua pihak sangat berperan. Mulai dari pihak pemerintahan desa, Disbun Kab/kota dan juga Disbun Riau. Untuk itu kita terus melakukan koordinasi yang baik dengan disbun kabupaten kota agar pengendalian ini terus kita pertahankan,'' ujar Kaisal. (rls)