PEKANBARU, GORIAU.COM - Turunnya harga kelapa hingga berada dibawah Rp500 perbutir sudah sangat menyengsarakan masyarakat Indragiri Hilir. Karenanya, masyarakat mengharapkan monopoli yang dilakukan Sambu Group segera diputus.
Pemutusan monopoli bisa melalui BUMD, tapi juga usulan lain yaitu penjualan kelapa secara langsung ke Malaysia tanpa harus melalui Sambu Group. Caranya bisa lewat perdagangan lintas batas atau pedagang Malaysia langsung melakukan pembelian ke petani Inhil.
Anggota DPRD Riau dari daerah asal Indragiri Hilir, Ruslan Jaya, Jumat (23/11/2012) mengakui kalau harga kelapa Inhil justru dihargai jauh lebih mahal oleh para pedagang Malaysia. Sayangnya, pedagang Malaysia yang datang ke Inhil tidak rutin dan tak jelas kapan akan datang.
''Biasanya ada pedagang Malaysia menggunakan kapal datang ke Inhil untuk membeli kelapa rakyat, namun mereka hanya datang sekali-kali dan tidak jelas kapan akan datang. Padahal masyarakat sangat mengharapkan mereka datang terjadwal dan rutin sehingga hasil kelapa bisa dikumpulkan untuk dibawa ke Malaysia,'' jelas politisi Golkar ini.
Kalau pedagang Malaysia bisa rutin datang, petani bisa memperkirakan stok kelapa yang akan dijual. ''Kelapa itu barang yang bisa busuk, tak mungkin ditumpuk lama-lama, jadi saat ini petani sangat berharap kunjungan pedagang Malaysia bisa rutin setiap minggu, sekali dua minggu atau ada jadwal yang jelas,'' ujarnya. (nti)