PEKANBARU- Saat ini, Riau salah satu daerah provinsi yang memasuki tahun politik. Jangan sampai keberagaman pilihan calon nantinya membuat masyarakat di Bumi Lancang Kuning ini terpecah belah.

Hal ini disampaikan Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, pada saat dialog Kebangsaan Bersama yang bertemakan; "Keberagaman Adat Sebagai Permersatu," di Balai Adat Melayu Riau (LAMR), Sabtu (27/12018).

"Jadikan keberagamaan sebagai sebuah kekuatan, seperti pohon yang beragam namun meneduhkan. Keberagaman namaun menyatukan dan menjadi sebuah kekuatan sudah diikrarkan nenek moyang kita dengan Bhineka Tunggal Ika," kata Zulkifli Hasan.

"Saat ini Riau menyambut tahun politik dengan Pilkada serentak, jangan keberangaman pilihan nantinya menjadi kita terpecah belah," sambung Zulkifli Hasan..

Karenanya, dalam dialog itu Zulkifli Hasan berpesan, dalam Pilkada nanti jangan sampai menghalalkan segala cara untuk menang, sebab ini bukan bertarung melawan Belanda.

"Demokrasi di Riau ini harus berjalan dengan baik, jangan terpengaruh dengan uang dan janji-janji yang pada akhirnya merugikan diri sendiri dan masyarakat banyak," pesan Zulkifli Hasan.

Dalam Pilkada Riau, kata ketua MPR RI itu, kita bersaing bukan untuk bertempur tapi bersaing dalam konsep dan konsep yang benar-benar untuk memajukan dan mensejahtrakan masyarakatlah yang harus dipilih masyarakat.

Karena malam ini juga Zulkifli Hasan harus terbang ke Jakarta, sehingga hanya satu orang peserta saja yang berkesempatan untuk bertanya. "Saya mohon maaf karena harus buru-buru pulang malam ini, satu pertanyaan saja, ya," kata Zulkifli Hasan.

Kesempatan itu tidak disia-sialan Harianto. Dia bertanya, kenapa pada saat ini bangsa ini begitu mudah orang berantam hingga terjadinya Sara.

Menjawab pertanyaan itu, Zulkifli Hasan mengatakan, salah satu penyebabnya karena masyarakat sudah mulai tidak percaya pada Partai Politik (Parpol).

"Masyarak juga sudah tak percaya pada beragamnya media. Masyarakat lebih percaya pada berita hoax. Masyarakat juga sudah tidak percaya dengan lembaga-lembaga besar," ungkap Zulkifli Hasan.

Cara membenahi itu semua, jelas Zulkifli Hasan, kita harus menjalankan demokrasi yang benar. Pilihlah calon yang benar-benar baik, orang yang benar kita pilih maka menghasilkan pemimpin yang baik. Jangan memilih karena balas budi," ucap Zulkifli Hasan.

Menyusul waktu keberangkatan Zulkifli Hasan sudah dekat, dialog kebangsaan malam itu skor. Untuk sesi kedua dialog tersebut menghadirkan nara sumber Bupati Siak, H Syamsuar, anggota DPRD RI, Jhon Erizal.***