PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke 105/2013 menurut Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Tifatul Sembiring merupakan momentum dalam pemulihan berbagai sektor. Termasuk politik yang penuh 'disusupi' politikus 'kotor' yang penuh dengan aksi-aksi korupsi.

Saat ini, menurut Tifatul dalam teks pidatonya yang dibacakan Bupati Pelalawan HM Harris, Senin (20/5/2013), sangat penting memperingati Harkitnas mengingat sampai saat ini masih panjang cita-cita dan perjuangan bangsa Indonesia ke depan untuk menjadi sebagai negara maju, moderen, adil dan sejahtera.

Karena itu, melalui peringatak Harkitnas ini, marilah kita kenang kembali bagaimana semangat perjuangan The Foundhing Fathers kita, untuk diambil sebagai teladan bagi generasi muda. Mereka telah berjuang tanpa pamrih, penuh pengorbanan, kesabaran dan keberanian mengusir penjajah dari bumi pertiwi ini," kata Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Tifatul Sembiring dalam pidato peringatan Harkitnas yang dibacakan oleh Bupati Pelalawan HM Harris di lapangan upacara kantor Bupati Pelalawan itu.

Harris mengatakan bahwa para pejuang telah berhasil membangun kebersamaan dan persatuan antar elemen bangsa. Tak hanya itu, mereka juga mampu mengedepankan dialog yang konstruktif bagi pemecahan persoalan bangsa yang dihadapi kala itu. Sehingga problem pelik di bidang politik, ekonomi maupun sosial bangsa ini dapat terpecahkan.

"Para pendahulu kita telah menorehkan tinta emas sejarah pada Kebangkitan Nasional 20 Mei 1908, berlanjut dengan penggalangan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 yang akhirnya berbuah manis pada hari Proklamasi 17 Agustus 1945," katanya.

Sampai saat ini, sambungnya, nilai-nilai Harkitnas tersebut masih relevan sepanjang masa yaitu membangun dan memelihara kebersamaan dan persatuan. Dan para pemuda berhimpun dalam organisasi tanpa menonjolkan semangat kedaerahan. Saat ini, tantangan yang dihadapi pada abad 21 bukan lagi dalam bentuk penjajahan tetapi berupa globalisasi.

"Akan diuji daya saing dan keunggulan bangsa ini di tengah-tengah ajang kompetisi antar bangsa. Karena itu, momentum Harkitnas harus mampu melecut kembali nilai-nilai kebersamaan sebagai bangsa, dalam menghadapi globalisasi dengan menggelorakan rasa bangga dan cinta tanah air," ungkapnya.

Ditambahkannya, oleh karena itu genersi muda harus menjadi pejuang dan petarung yang tangguh bagi kejayaan bangsa. Karena sesungguhnya kita semua telah mewarisi darah dan jantung para pejuang yang gagah berani melawan musuh penjajah.(ilm)