
PEKANBARU, GORIAU.COM - Pertumbuhan ekonomi Riau mengalami kontraksi atau pertumbuhan sekitar 2,53 persen pada triwulan I tahun 2013. Kontraksi tidak hanya pada sektor non migas, namun juga terjadi di sektor migas.
''Terjadi kontraksi atau pertumbuhan minus pada triwulan I 2013 ini berdasarkan produk domestik regional bruto (PDRB),'' ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, Mawardi Arsyad, Selasa (7/5/2013).
Apabila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun sebelumnya (triwulan I tahun 2012), ekonomi Riau sesuai catatan mengalami pertumbuhan 1,21 persen. ''Termasuk Migas di triwulan I tahun 2013 yang diukur dari PDRB itu mengalami pertumbuhan kontraksi 2,53 persen dibandingkanya triwulan IV tahun 2012. Dan begitu juga ekonomi Riau tanpa Migas triwulan I tahun 2013 itu kontraksi 2,19 persen jikalau dibandingkan dengan triwulan IV tahun 2012," kata Mawardi.
Namun sebutnya, jika ekonomi Riau dengan tanpa Migas dibandingkan triwulan I tahun 2012 itu ternyata, ekonomi Riau tumbuh 7,55 persen. Mawardi mengatakan, memang pertumbuhan ekonomi terjadi hampir di semua sektor lapangan usaha. Dan laju pertumbuhan ekonomi tertinggi pada sektor keuangan, serta pesewaan.
"Perekonomian Riau yang diukur berdasar besaran PDRB di triwulan I tahun 2013 mencapai Rp123.327,17 miliar. Sedang PDRB atas dasar harga konstan 2000, maka sebesar Rp26.306,12 miliar. Apabila perhitungan tidak termasuk Migas, makanya nilai PDRB sebesar Rp79.007,92 miliar dan Rp14.364,19 miliar," tuturnya.
Dikesempatan itu dijelaskan, struktur ekonomi termasuk Migas pada triwulan I didominasi oleh ekspor 43,86 persen, pengeluaran halnya konsumsi rumah tangga sebesar 31,61 persen, PMBT sebesar 24,81 persen. Begitu pun katanya, triwulan I ditahun 2012 itu struktur ekonomi juga di dominasi ketiga komponen ini.
"Sedangkan pertumbuhanya ekonomi Riau tanpa Migas triwulan I tahun 2013 lebih didominasi pengeluaran rumah tangga dengan kontribusi sebesar 49,35 persen. Kemudian ekspor sebesar 38,21 persen. Dan kontribusi Pembentukan Modal Bruto Tetap (PMBT) pada triwulan I tanpa Migas sebesar 20,84 persen,'' tutupnya. (rdi)