BENGKALIS, GORIAU.COM - Pertandingan Persikalis Bengkalis melawan Dumai FC di Stadion Muhammad Ali Bengkalis, Minggu (28/9/2014) sore, yang berakhir 3-1 untuk tuan rumah, diwarnai perkelahian massal antar pemain dan ofisial. Selain pemain dan ofisial kedua tim saling baku pukul, penontonpun juga ikut memukuli pemain Dumai.

Kericuan sudah nampak saat wasit yang memimpin pertandingan Depi Apriandi, dinilai kubu Dumai FC, tidak tegas dalam mengambil keputusan. Manajer Dumai FC, M Fadli, beberapa kali berteriak dari pinggir lapangan memprotes kepemimpinan Depi Apriandi, namun tak digupris. Karena tak tegas, permainan kedua kesebelasan yang awalnya bermain cantik, berubah menjadi keras dan kasar.

Puncaknya terjadi usai pluit panjang tanda berakhirnya babak kedua ditiup wasit.Salah seorang pemain Dumai FC terlibat cekcok dengan pemain Persikalis yang berakhir terjadi saling pukul. Melihat itu kedua kubu saling memburu satu sama lain, tidak ketinggalan ofisial kedua tim dan penonton yang ikut terprovokasi. Aparat keamanan dari Polsek dan Polres langsung berusaha memisahkan kedua kubu cukup kewalahan.

Komisi Disiplin Asosiasi PSSI Riau, Misbach meminta kepada Manajer Dumai FC, M Fadli yang kesal dengan kepemimpinan wasit dan pemainnya dikeroyok penonton, agar membuat protes tertulis, bukan lisan. "Bapak buat protes tertulis. Pasti kami proses, tapi kalau lisan tak bisa," kata Misbach.

Saran Misbach tak begitu ditanggapi Fadli. Ia hanya menyampaikan kekesalan atas kepemimpinan wasit Depi Apriandi kepada pengawas pertanding dan kepada komisi disiplin.(jfk)