
TELUKKUANTAN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, mulai menormalisasi Tepian Narosa dengan mengerahkan alat berat jenis long arm. Pengerukan ini dilakukan untuk mengatasi pendangkalan Sungai Kuantan guna mendukung kelancaran gelaran nasional Festival Pacu Jalur 2026.
Pengerjaan difokuskan pada pengerukan sedimen pasir dan pembersihan alur sungai yang berpotensi menghambat pergerakan jalur. Langkah antisipasi ini diselesaikan menjelang pembukaan gelaran tahunan yang dijadwalkan berlangsung pada 19 hingga 23 Agustus 2026.
Kepala Dinas PUPR Kuansing, Ade Fahrer Arif, melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Zulderi, mengatakan bahwa penurunan alat berat berjangkauan panjang tersebut diperlukan untuk menjangkau titik-titik endapan di tengah arena race.
"Kondisi Sungai Kuantan di area Tepian Narosa mengalami pendangkalan di beberapa titik kritis. Penurunan eskavator long arm ini bertujuan memperdalam lintasan agar kondisi air ideal dan aman bagi seluruh tim pemacu," ujar Zulderi kepada GoRiau.com, Senin (10/8/2026) pagi di Telukkuantan.
Zulderi menambahkan, proses perapian bantaran dan pembersihan material endapan akan diprioritaskan pada area batas start hingga finis. Pihaknya menargetkan seluruh proses normalisasi dapat tuntas beberapa hari sebelum ajang dimulai.
"Insyaallah akan kita tuntaskan jelang hari H. Sehingga, pelaksanaan event budaya bisa berjalan dengan lancar," katanya.
Festival Pacu Jalur merupakan tradisi olahraga dayung tradisional terbesar di Riau yang masuk dalam kalender pariwisata nasional. Event ini rutin menyedot perhatian ratusan ribu pengunjung serta diikuti oleh puluhan jalur dari berbagai wilayah.***