PEKANBARU - Sesuai telegram nomor : ST/22/VII/2016/BNN, tertanggal 15 Juli 2016 yang ditandatangani oleh Sestama BNN Pusat Eko Riwayanto, maka secara resmi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau pun berganti.
Jabatan yang sudah diduduki Kombes Ali Pranaka sekitar dua tahun ini selanjutnya akan ditempati oleh Kombes Dani Muhammad Darmawan yang juga mumpuni soal peredaran narkoba. Sebab ia juga pernah tercatat sebagai Kepala BNN di Kalimantan Barat.
Selain itu, Kombes Dani juga punya pengalaman cukup lama soal kawasan perairan. Beberapa kali ia ditugasi di Polair, bahkan pernah juga mengisi posisi Direktur Polair di Polda Nusa Tenggara Barat. Lalu seperti apa karir dan sepak terjang Dani M Darmawan selama ini di kepolisian?
Menurut data yang dirangkum GoRiau.com, awal karir Kepala BNN Riau yang baru itu memulai karirnya dikepolisian sebagai Pama di Polda Jawa Tengah pada 1985 silam. Setahun berikutnya, ia digeser sebagai Pamapta III Puskodalops Polres Gunung Kidul.
Berikutnya di tahun 1987, Kombes Dani M Darmawan naik menjadi Wakapolsekta Semarang Tengah. Pada 1988, karirnya berlanjut menjadi Paur Subbag Ops Sesdit Samapta Polda Jateng. Dua tahun berikutnya ia pun Pama PTIK.
Kemudian pada 1994, pria kelahiran Bandung pada 1961 silam ini ditunjuk sebagai Kapolsek Banjar Timur. Lepas dari situ, Dani pun mulai terjun ke wilayah perairan dengan jabatan Kabag Polairud Dit Samapta Polda Kalimantan Tengah pada 1995.
Empat tahun berikutnya, Dani digeser lagi menjadi Kassubag Latmatra Bag Lak Lat Akpol, dan pada tahun 2000 dia dimutasi ke Padep Prof Akpol. Lalu di 2001, karirnya berlanjut ke Pasis Sespim Pol Dikreg-36, dan pada tahun 2001, dia pun menjabat sebagai Direktur Polair Polda Nusa Tenggara Barat.
Menurut catatan, Kombes Dani M Darmawan pernah ditugasi ke Aceh pada Januari tahun 1991 lalu. Sekitar hampir satu tahun ia terlibat operasi kontra-pemberontakan melawan gerakan separatis (GAM, red), yang diberi sandi Operasi Jaring Merah.
Berkat pengabdiannya, dia pun meraih beberapa tanda jasa, salah satunya Satyalancana Gerakan Operasi Militer VII Aceh, yang merupakan jenis Satyalancana peristiwa yang dinobatkan bagi anggota dalam memberantas kekacauan yang dilakukan oleh gerombolan bersenjata.
Selain itu, Kombes Dani M Darmawan juga memiliki tanda jasa, Satyalancana Dwija Sistha yang diberikan kepada para guru dan/atau instruktur angkatan bersenjata Indonesia. Dengan semua pengalaman itu, ia pun resmi memimpin BNN Riau, mulai 25 Juli 2016 ini (Senin depan, red). ***