
PEKANBARU, GORIAU.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau didemo lagi. Kali ini, Kamis (12/9/2013), puluhan orang yang mengatasnamakan Pemuda Rumpun Melayu Indonesia (Permindo).
Dalam orasinya, Permindo menilai telah terjadi pelanggaran dalam pemungutan suara yang dilaksanakan pada 4 September lalu. Adapun pelanggaran yang mereka maksud, yakni adanya mobilisasi massa yang terjadi di Kabupaten Rokan Hilir. Selain mobilisasi, mereka juga menuding adanya intimidasi terhadap pemilih dan saksi di TPS.
Mereka juga menduga adanya keterlibatan pejabat pemerintah untuk mendukung salah satu calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau untuk mempengaruhi masyarakat.
Untuk itu, Permindo meminta menindak tegas oknum KPPS, PPS PPK dan KPUD Kabupaten Rokan Hilir dan Kabupaten Pelalawan. "Kami juga mendesak KPU Riau segera mengumumkan hasil Pilgubri," teriak massa.
Selain itu, dalam tuntutannya Permindo meminta KPU Riau untuk melakukan penghitungan ulang suara di dua kabupaten tersebut. Karena mereka menilai ada ketidak sesuaian antara DPT dan jumlah pemilih di TPS. "Terutama di Kabupaten Rokan Hilir yang tingkat partisipasinya 91 persen," katanya.
Tuntutan terakhir, Permindo meminta KPU Riau lebih transparan dan independen dalam tahapan yang sedang berlangsung.(san)