
PEKANBARU – Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026 kembali menjadi pengingat pentingnya keselamatan dan kesehatan sebagai fondasi utama dunia kerja. Mengusung tema “Penguatan Budaya K3 untuk Mewujudkan Pekerja Sehat, Produktif, dan Berdaya Saing”, momentum ini dinilai relevan di tengah dinamika dunia kerja yang semakin kompleks, modern, dan kompetitif.
Praktisi sekaligus pemerhati K3, Dr. Ir. Rival Lino, ST., MT., IPU., ASEAN Eng menegaskan bahwa K3 tidak boleh dipandang sekadar kewajiban administratif. Menurutnya, K3 harus menjadi budaya yang hidup dan diterapkan dalam setiap aktivitas kerja. Hal itu disampaikannya kepada GoRiau.com, Senin (12/1/2026).
"Budaya K3 harus ditempatkan sebagai fondasi utama sistem kerja. Keberhasilannya tidak diukur dari banyaknya dokumen, tetapi dari perilaku sehari-hari pekerja dan manajemen dalam menjadikan keselamatan sebagai prioritas," ujarnya.
Rival Lino yang memiliki rekam jejak panjang di bidang pengawasan ketenagakerjaan, pernah menjabat sebagai Pengawas Ketenagakerjaan hingga Kepala Bidang Pengawasan. Ia menilai budaya K3 yang kuat akan melahirkan pekerja yang sehat secara fisik dan mental.
Dampaknya, kata dia, produktivitas akan meningkat dan daya saing perusahaan, bahkan bangsa, menjadi semakin kokoh. "K3 bukan biaya, tetapi investasi jangka panjang. Pekerja yang sehat dan selamat adalah aset paling berharga dalam pembangunan ekonomi," tegasnya.
Ia menambahkan, penguatan budaya K3 harus dimulai dari komitmen pimpinan tertinggi perusahaan. Komitmen tersebut perlu diperkuat dengan sistem manajemen yang konsisten, pelatihan berkelanjutan, serta keterlibatan aktif seluruh pekerja.
Tanpa keteladanan dan konsistensi, menurutnya, K3 berisiko berhenti sebatas slogan tanpa dampak nyata di lapangan.
Menjawab tantangan globalisasi dan pesatnya perkembangan teknologi, Rival Lino juga menyoroti pentingnya adaptasi K3 terhadap berbagai risiko baru, seperti digitalisasi proses kerja, otomatisasi, hingga perubahan pola kerja.
"Negara dengan budaya K3 yang kuat akan memiliki tenaga kerja yang unggul, sehat, dan berkelanjutan. Inilah kunci menghadapi persaingan global," tambahnya.
Melalui peringatan Bulan K3 Nasional 2026, ia berharap seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga pekerja, tidak menjadikan peringatan ini sekadar agenda seremonial.
Lebih dari itu, Bulan K3 diharapkan menjadi momentum kolektif untuk menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja merupakan tanggung jawab bersama demi masa depan ketenagakerjaan Indonesia yang lebih produktif dan berdaya saing. ***