
PEKANBARU, GORIAU.COM - Pengusaha dan buruh harus bersinergi untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif. Keduanya harus saling mendukung demi kemajuan perekonomian yang bermuara pada kesejahteraan buruh dan masyarakat.
Persoalan buruh, pengusaha dan iklim investasi ini dibahas pada seminar yang ditaja Himpunan Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Universitas Islam Riau dalam rangka hari buruh se-dunia, 1 Mei 2013. Seminar bertema ''Buruh sebagai ujung tombak motor penggerak perekonomian bangsa''.
Menurut Ketua Umum HIMEP Universitas Islam Riau Firman dalam sambutannya, dengan diadakannya seminar ini diharapkan bisa mendukung upaya mencari formulasi dalam rangka menciptakan suasana kondusif perekonomian bangsa khususnya di Riau.
''Buruh ataupun pekerja yang mendapatkan haknya sesuai dengan apa yang diharapkan dan pengusaha yang tidak merasa dirugikan serta mendapat iklim usaha yang sehat jelas sangat diperlukan untuk percepatan pertumbuhan ekonomi daerah,'' ujarnya.
''Di sisi lain, pemerintah juga diharapkan dapat memberikan serta membuat regulasi yang jelas antara [engusaha dan buruh serta menciptakan perekonomian yang baik," tambahnya pada seminar yang dilaksanakan di Ratu Mayang Garden Pekanbaru.
Acara ini dibuka langsung oleh pembantu Dekan III Fakultas Ekonomi UIR H Armis Mualim Msi, dan dihadiri oleh pimpinan buruh, buruh serta mahasiswa dan organisasi kepemudaan yang berada di Pekanbaru.
Disamping itu, dari seminar ini juga diharapkan pemerintah hendaknya melakukan pembinaan terhadap buruh dan serikat pekerja untuk mengantisipasi adanya aksi demonstrasi besar-besaran, seperti melakukan diklat atau pendidikan pada buruh, di mana hal ini bertujuan agar buruh bisa lebih dialogis dan edukatif.
Turut hadir dalam kesempatan itu, beberapa narasumber diantaranya, Akademisi yaitu M. Nur dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Riau Budi Febriadi, Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jamsostek Disnaker Kota Pekanbaru, Amprial dan juga hadir Ketua DPD F SPTI Provinsi Riau Saut Sihaloho. (nti/rls)