PEKANBARU - Markas Kepolisian Daerah (Polda) Riau, Senin (22/8/2016) siang diwarnai aksi unjuk rasa dari Ikatan Pemuda Mahasiswa Harapan Rakyat (IPM-HRR) Riau. Mereka minta agar penegak hukum mengusut dugaan korupsi di tubuh Dinas Bina Marga Riau.

Dengan membawa berbagai macam spanduk tuntutan, pendemo berorasi menyampaikan tiga point pernyataan sikap untuk Polda dan Kejati Riau, seputar proyek yang dijalankan Dinas Bina Marga Riau di Kabupaten Kampar, di mana ada 'main mata'.

"Pak Kapolda, segera selidiki oknum pejabat pelaksana teknis kegiatan beserta kontraktor sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam indikasi korupsi proyek peningkatan Jalan Baru Besurat, Tanjung Dusun, Kabupaten Kampar," sebut koordinator aksi, Dede Efri.

Ia menduga, korupsi ini sudah merugikan negara sebesar 9 miliar lebih. "Buka informasi yang sejelas-jelasnya kepada publik, adili koruptor ini sesuai undang-undang yang berlaku. Periksa juga Kepala Dinas Bina Marga Riau terkait proyek ini." lanjutnya.

Selain itu, massa juga meminta agar pemerintah (Riau) segera melakukan pembenahan ulang proyek itu, yang menjadi akses jalan masyarakat di Batu Besurat, Tanjung Dusun Batas, Kabupaten Kampar.

"Jangan ada kompromi maupun kesepakatan yang melanggar hukum di wilayah hukum Provinsi Riau. Kami minta ketegasan penegak hukum untuk menyelidikinya dan adili para koruptor tersebut," lantangnya dengan pengeras suara.

Setelah berorasi di gerbang Mapolda, massa kemudian melakukan longmarch ke Kanto Kejati Riau dengan tuntutan serupa. ***