
PEKANBARU, GORIAU.COM - Ternyata sisa anggaran yang mencapai Rp20 miliar lebih di khas KONI Riau periode 2009-2013 membuat banyak cabang olahraga (cabor) kecewa. Pasalnya, ada beberapa cabang yang mengklaim tidak mendapatkan bantuan sesuai dengan yang dibutuhkan ketika ada iven yang akan diikuti.
Untuk itu, mereka mengharapkan agar kepengurusan yang baru nantinya bisa memahami dan mengerti kondisi masing-masing cabang olahraga. "Kita berharap hal seperti itu tidak terulang lagi," kata salah satu pengurus cabang olahraga di Riau.
Sisa anggaran Rp20 miliar lebih tersebut dituangkan dalam Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Riau pada 6 Desember 2013 lalu di Pekanbaru. Bahkan saking kecewangnya, ada beberapa pengprov cabor menginginkan sisa anggaran tersebut direalisasikan kepada seluruh pengprov yang ada.
Dalam laporan di Musorprov KONI Riau tersebut, diusulkan anggaran sebesar Rp40 miliar untuk tahun 2014 mendatang. Jumlah yang cukup besar dibandingkan hibah yang diterima pada 2013 lalu sebesar Rp15 miliar. Namun usulan tersebut diajukan untuk dua kali proses, pada APBD dan APBD Perubahan Provinsi Riau 2014.
"Tidak semua cabang olahraga jika ada kekurangan dana bisa dicarikan solusinya, hanya beberapa saja yang bisa. Untuk itu, kepengurusan (KONI Riau, red) yang baru nanti bisa memahami hal itu," sambungnya.
Berdasarkan pernyataan yang disampaikan Plt Ketua Umum KONI Riau (demisioner) pada Musorprov, sisa anggaran yang mencapai Rp20 miliar tersebut didominasi dari sisa pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII 2012 lalu, mulai dari persiapan hingga pertandingan Kontingen Riau.(tri)