JAKARTA – Beredar kabar pengunggah video pintu 13 Stadion Kanjuruhan Malang tertutup saat kerusuhan Sabtu malam (1/10/2022) diciduk aparat kepolisian.

Dikutip dari Kompas.com, berdasarkan informasi, pengunggah video tertutupnya pintu keluar Stadion Kanjuruhan Malang adalah petugas kebersihan di Stasiun Malang Kota Baru.

Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif membenarkan bahwa salah satu petugas kebersihannya dibawa oleh polisi.

''Iya Senin (3/10/2022) kemarin dibawa polisi dimintai keterangan, tapi sekitar pukul 18.00 WIB kemudian disuruh balik,'' ungkap dia saat dikonfirmasi, Rabu (5/10/2022).

Luqman tidak menyebutkan secara mendetail kejadian dan siapa pegawai yang dibawa oleh kepolisian. 

Penjelasan Kadiv Humas

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, tim investigasi khusus Mabes Polri memang mengamankan beberapa saksi, termasuk masyarakat umum.

Namun, pihaknya memastikan bahwa pengamanan itu hanya untuk kepentingan pemeriksaan sebagai saksi.

"Ya termasuk pengunggah video dari pihak masyarakat. Tujuannya agar timsus bisa melakukan penyelidikan secara menyeluruh," ucap Irjen Dedi Prasetyo dalam konferensi pers di Mapolres Malang, Selasa (4/10/2022).

Dedi tidak menyebutkan siapa saja masyarakat yang dimintai keterangan sebagai saksi dalam tragedi kerusuhan Stadion Kanjuruhan itu.

Yang pasti, menurut dia, total ada 29 orang yang dimintai keterangan sebagai saksi.

Dari 29 orang tersebut, 23 di antaranya anggota kepolisian, serta 6 orang lainnya dari unsur panitia pelaksana pertandingan dan masyarakat umum, termasuk Aremania.

"Itu jumlah sementara. Kemungkinan akan bertambah lagi. Besok (hari ini) ada beberapa saksi yang akan dimintain keterangan terkait peristiwa di Kanjuruhan," kata dia.

Menurut data pihak kepolisian jumlah korban jiwa tragedi Kanjuruhan 131 orang.***