PEKANBARU - Pihak pengelola yayasan Raudatul Jannah, SMP Islam Plus Jannatul Firdaus, Irwen Nasrul menegaskan jika kedatangan tim Mabes Polri dan Polresta Pekanbaru ke sekolahnya di Jalan Pembina, Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru-Riau pada sore kemarin bukanlah sebuah penggerebekan.

Klarifikasi tersebut ia sampaikan kepada GoRiau.com, Selasa (22/3/2016) sore. "Kenyataannya bukan penggerebekan. Semua harus diklarifikasi tentang berita-berita itu. Kalau ada penggerebekan berarti ada informan sebelumnya, ada barang yang disimpan, nah sekarang di sini ada nggak barang yang ditemukan," ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga memastikan bahwa yayasan tidak tertutup seperti yang dikatakan Ketua RT setempat sebelumnya. "Kami dibilang Ketua RT tertutup, RT-nya itu yang tertutup, kami undang tak pernah hadir," ungkap dia. "Kita harus luruskan ini," sambungnya.

Dia pun merunut kejadian sore itu. Disebutkan Irwen bahwa kedatangan tim dari Mabes Polri itu diawali karena polisi mengikuti signal handphone seseorang, sampai berakhir ke sekolah ini. "Nah, beda lagi kalau penggerebekan, itu sudah ada perencanaan. Kami seperti dipojokkan," sesal dia.

Dia juga meyakinkan bahwa sekolah yang dikelolanya, tidak ada kaitan sedikitpun dengan narkoba. "Tidak, tidak ada kaitan sedikitpun dengan narkoba. Ini terkesan kita mencecoki murid dengan itu. Tidak pas sekali," tutur Irwen Nasrul.

Pasca kejadian kemarin sore, Irwen mengatakan kalau tim Mabes sudah tidak ada lagi di sekolahnya dan semuanya juga telah berjalan normal. "Jadi sekali lagi tidak ada penggerebekan di sini. Bahkan sebelum An (orang yang dicari, red) ini lari, polisi sempat berbicara dengan dia," yakinnya.

Adapun An atau yang dikenal warga sekitar dengan panggilan Pak Haji, adalah pembina serta donatur pada yayasan tersebut. Dia ini warga asal Selatpanjang dan berprofesi sebagai pengusaha. "Iya, pembina dan donatur juga. Usahanya banyak," pungkas dia.

Adapun sore kemarin, polisi sempat meletuskan tembakan peringatan, lantaran An, orang yang dicari Mabes Polri tersebut berupaya lari melalui akses belakang sekolah. Diduga An kabur ke Sungai Pengambang, tak jauh dari area sekolah. Polisi sempat menyisir arah pelarian An, namun dia tak berhasil ditemukan. ***