PASIR PANGARAIAN, GORIAU.COM - Di tengah geliat perkembangan industri musik saat ini, nasib Seniman pencipta lagu di Rohul, masih memprihatinkan. Mereka masih sangat membutuhkan perhatian dari pihak pemerintah.

Djalil Irama (49) meski memiliki keterampilan dalam mencipta lagu, khususnya lagu daerah Rokan Hulu, tapi profesinya kini masih tetap sebagai tukang parkir di Pasar Lama Pasir Pangaraian untuk menghidupi keluarganya.

Djalil sudah berhasil mengorbitkan dua buah lagu yang cukup dikenal masyarakaat yakni, Gadiah Pasie dan Timang-timang, namun karena keterbatasan anggaran membuatnya tidak bisa menekuni keterampilnnya tersebut.

Pria kelahiran Teluk Bentungan Desa Rambah Tengah Hilir tahun 1965 itu, kini tinggal di Lubuk Bandung Hilir, Desa Koto Tinggi, Kecamatan Rambah. Iatak bisa berbuat banyak, sebab kondisi ekonomi tak cukup untuk mengembangkan bakatnya.

''Saya sebenarnya sudah menciptak delapan lagu, tapi karena tak ada dana, sedangkan kebutuhan keluarga harus dipenuhi, bahkan rumah hingga kini saya belum punya, ya biasalah hanya sebagai tukang parkir untuk cari makan pak,'' sebutnya.

Aktifis masyarakat Rohul, yang juga mantan Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia NIBA H. Sarkawai, SE berjanji akan memperjuangkan nasib musisi tersebut. Untuk tahap awal, dirinya akan membuat organisasi atau kelembagaannya sehingga pemerintah bisa mengakomodir mereka.

''Sayang jika potensi mereka terbenam begitu saja, padahal bakat mereka ada tapi tidak didukung pemerintah, setidaknya ada sponsor untuk mengorbitkan mereka, sehingga keteranpilan serta bakat mereka bisa ditampilkan,'' pungkas H. Sarkawi, SE. (srt)