PEKANBARU, GORIAU.COM - Pemindahan tempat pelaksanaan Islamic Solidarity Games (ISG) III merupakan salah satu bukti pembohongan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Riau. Meski kepercayaan sebagai tuan rumah merupakan marwah daerah, namun ternyata masyarakat Riau sangat apatis dengan pelaksanaan ISG di Riau.

Selain itu, Pemprov juga dinilai sudah ''menjual'' nama rakyat Riau untuk kepentingan tertentu dengan menakut-nakuti pusat, sehingga terbangun imej seolah-olah rakyat Riau benci kepada pemerintah pusat karena pemindahan tuan rumah ISG.

''Kenyataannya, tidak ada gejolak di daerah, bahkan banyak kalangan mengucapkan bersyukur dengan dipindahkannya lokasi ISG ke Jakarta,'' ujar Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Riau Juni Ardianto Rachman, Senin (6/5/2013).

Juni menambahkan, tindakan dan langkah Menpora RI Roy Suryo yang memindahkan ISG sudah penuh dengan pertimbangan dan kajian mendalam. Jadi sebutnya, Menpora tidak bisa disalahkan, karena itu ketika ada wacana pemindahan lokasi ISG, tentu sangat disyukuri.

"Ketika pertama kali mendengar adanya wacana dipindahkan ISG, komentar saya adalah bersukur Alhamdulillah. Karena beban penyelenggaraan ISG di Riau yang cukup berat, mulai dari beban dana bahkan psikologis sebagai penyelenggara,' katanya.

Ia mencontohkan, pada saat PON banyak pihak menahan diri agar terbangun imej konflik sesama orang Riau, namun ternyata sukses PON dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi dan politik padahal sudah jelas itu merupakan kerja kolektif. (rdi)