PEKANBARU - Pemerintah Kota Pekanbaru mendelegasikan tugas penanganan kebersihan dan mitigasi banjir langsung ke tingkat wilayah. Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menyerahkan bantuan armada berupa 15 unit mobil operasional pickup kepada para camat di Komplek Perkantoran Pemerintah, Tenayan Raya, Selasa (2/6/2026).

Penyerahan kendaraan tersebut berlangsung usai peringatan upacara hari besar nasional. Armada angkut ini bertujuan memangkas waktu penanganan masalah lingkungan, sehingga aparatur kecamatan bisa bekerja lebih mandiri tanpa kendala transportasi operasional.

"Jadi di kecamatan itu masing-masing ada satu unit mobil, untuk operasional mengangkut dan membersihkan sampah," ujar Agung.

Setiap unit kendaraan tersebut akan difungsikan langsung oleh satuan tugas yang telah disiapkan. Pemerintah kota mencatat sebanyak 10 pekerja operasi dan pemeliharaan atau OP direkrut khusus di tiap kecamatan sebagai tenaga penggerak utama kebersihan.

"Di kecamatan ada 10 orang yang direkrut menjadi OP, pegawai kebersihan di sana. Baik untuk membersihkan lingkungan maupun drainase," jelasnya.

Keberadaan petugas yang kerap disebut pasukan kuning tingkat kecamatan ini memegang peran vital dalam menekan risiko genangan air pasca hujan melanda permukiman. Untuk memastikan efektivitas kerja di lapangan, standar pengerjaan harian yang terukur telah dipatok secara ketat bagi setiap personel.

"Satu harinya, satu orang wajib membersihkan dengan capaian 20 meter. Maka 1 hari kalau dikali 10, maka per kecamatan harus membersihkan 200 meter drainase," papar Agung.

Pemberian fasilitas operasional beserta tenaga kerja ini secara otomatis mengalihkan beban teknis lingkungan dari instansi tingkat kota ke daerah administratif di bawahnya. Aparatur kecamatan dituntut proaktif menyelesaikan masalah parit tersumbat dan tumpukan sampah tanpa harus bergantung pada jadwal pengerjaan dinas.

"Sekarang kewenangan dan pelimpahan kita serahkan ke kecamatan. Jadi tidak ada alasan camat menunggu tenaga dari OPD di pemerintah kota," pungkasnya.***