
PANGKALANKERINCI, GORIAU.COM - Ada hal menarik, sesaat usai pelaksanaan upacara peringatan Hari Pahlawan ke -70 di Lapangan Kantor Bupati Pelalawan, Pangkalan Kerinci, Riau, Selasa (10/11/2015). Pemkab Pelalawan memberikan penghargaan Penanggulangan Karlahut dan Kabut Asap, kepada 20 penerima.
Bupati Pelalawan, HM Harris mengatakan, kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) akibatkan munculnya kabut asap yang diperparah dengan kondisi iklim. Berbagai upaya penanggulangan dan tindakan dilakukan oleh semua pihak terkait.
"Saat ini ISPU mulai bergerak normal. Di Hari Pahlawan ini, status siaga darurat pencemaran udara kabut asap dicabut, namun status siaga karlahut diperpanjang," terang Bupati Harris, usai menyerahkan penghargaan.
Lanjut Bupati Harris menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasinya kepada semua pihak yang telah melebihi kapasitasnya dalam melakukan pemadaman karlahut. Penghargaan yang diberikan merupakan imbalan atas penyelamatan lingkungan.
"Penghargaan kami berikan tak sebanding dengan apa yang telah diperbuat dan diberikan kepada negeri ini," katanya.
Bupati Harris juga menyampaikan, dirinya meminta agar pemadaman terus digiatkan, terutama perusahaan untuk dapat lebih membantu masyarakat yang ada di sekitar wilayah operasionalnya.
"Berkat kerjasama berbagai pihak, pemerintah, aparat TNI/Polri, masyarakat, serta perusahaan peduli api, kita mampu mengendalikan sebaran kebakaran lahan dan hutan di daerah kita," ujarnya.
Diakhir sambutan Bupati Harris menegaskan, bahwa TNI/Polri serta masyarakat adalah pejuang bagi Kabupaten Pelalawan dalam melakukan pemadaman api Karlahut dalam tiga bulan terakhir. Termasuk juga perusahaan yang telah memaksimalkan dalam upaya pemadaman.
PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) merupakan salah satu dari 20 penerima penghargaan Penanggulangan Karlahut dan Kabut Asap di Kabupaten Pelalawan tahun 2015, yang diserahkan langsung oleh Bupati Pelalawan, HM Harris, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan yang ke-70.
Stakeholder Relation Head RAPP, Mabrur AR, usai menerima penghargaan kepada sejumlah media mengatakan, perusahaan berkomitmen terus berupaya mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan, tidak hanya di dalam konsesi, tapi juga di luar konsesi atau di lahan masyarakat.
"Sebagai bentuk keseriusan kita, seluruh kekuatan pemadam kebakaran kita dikerahkan lengkap dengan berbagai perlengkapan khusus. Seperti pompa, selang, kendaraan patroli darat, air dan udara," sebutnya.
Lanjut Mabur membeberkan, sedangkan upaya pencegahan dilaksanakan program Desa Bebas Api atau Fire Free Village (FFV), di 9 Desa/ Kelurahan di Kabupaten Pelalawan.
"Dimana program itu berisikan lima kegiatan, di antaranya pemberian reward atau insentif kepada desa yang berhasil menjaga wilayahnya dari kebakaran lahan dan hutan dalam periode tiga bulan," bebernya.
Kemudian lanjut Mabur, bentuk pencegahan lainya dengan membentuk ketua tim desa atau Crew Leader, untuk membantu pembukaan lahan pertanian tanpa bakar, mengadakan sosialisasi ke masyarakat seperti pemasangan signboard larangan membakar lahan dan memasang alat pemantau kualitas udara atau haze monitoring.
"Program FFV tahun 2015 ini berlangsung mulai September hingga November ini, dan akan dilanjutkan lagi untuk periode berikutnya mulai pertengahan November hingga Desember 2015," ungkapnya.
Mabrur menambahkan, bagi desa-desa yang berhasil memperoleh insentif telah dinilai dan akan segera diumumkan dalam waktu dekat. Diharapak dengan adanya program tersebut dapat memotivasi masyarakat desa untuk terus menjaga wilayahnya dari kebakaran dan dampaknya pencemaran udara akibat kabut asap.
Hadir dalam upaca peringatan Hari Pahlawan ke-70 diantaranya, Kapolres Pelalawan, AKBP Ade Johan Sinaga, Dandim 0313 KPR Letkol Kaveleri Yudi Prasetyo, Ketua DPRD Pelalawan Nasarudin SH MH, Kepala BPBD Riau Edward Sanger, dan sejumlah unsur Forkompinda Pelalawan.(***)