RENGAT, GORIAU.COM - Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Pemkab Inhu) siap untuk mengambil alih pengelolaan ladang minyak Blok Kampar dari PT Medco E&P yang kontrak kerja eksploitasinya akan berakhir pada tanggal 5 Juli 2013 mendatang.
''Pemkab Inhu akan mengambil alih Blok Kampar. Kita juga sudah menggelar rapat dengan Pemprov Riau soal keinginan daerah untuk mengelola ladang minyak yang akan berakhir kontrak kerja eksploitasinya. Bahkan sudah ada kesepakatan di Sumatera Bagian Tengah agar terkait keinginan daerah yang mengelola ladang minyak,” kata Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Inhu yang juga Plt Kadis Pertambangan dan Energi Inhu, Khairizal , Senin (26/11/2012).Dijelaskan Khairizal, Undang-undang No 22 tahun 2011 tentang Migas memberikan peluang kepada daerah untuk mengelola sendiri ladang minyak. Karena itu, sebagai langkah awal, Pemkab Inhu saat ini tengah membenahi Perusahaan Daerah (PD) Indragiri serta melakukan kajian terhadap PD Indragiri tersebut apakah bisa dan mampu untuk melakukan pengelolan terhadap Blok Kampar.Ditambahkan Khairizal, Pemkab Inhu memberikan apresiasi kepada mantan karyawan PT Medco dan Pertamina UBEP Lirik yang telah memberikan dukungan agar Pemkab Inhu mengambil alih pengelolaan Blok Kampar. “Mereka ini pernah berkecimpung didunia pertambangan, terutama di Inhu. Sehingga mereka mengetahui betul teknis di dalam perusahaan migas. Kami yakin dukungan mereka semata-mata agar sumber daya alam yang ada dimanfaatkan seutuhnya untuk kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Inhu Arwan Citra Jaya menegaskan bahwa Pemkab Inhu harus mengambil alih Blok Kampar karena ini adalah peluang untuk mensejahterakan masyarakat. Arwan berjanji setelah reses pihaknya akan mengundang kembali para pensiunan karyawan PT Medco dan Pertamina UBEP, dinas dan instansi terkait serta tokoh masyarakat untuk duduk bersama guna membicarakan perjuangan merebut Blok Kampar.“Kalau untuk kepentingan masyarakat kita siap dukung. Nanti kita akan undang semua pihak terkait kembali kita undang untuk membicarakan terkait perjuangan memperebutkan Blok Kampar ini. Yang jelas setelah anggota DPRD Inhu selesai melaksanakan reses,” ungkapnya.Arwan yakin jika Pemkab Inhu dan Pelalawan bergandengan tangan berjuang merebut pengelolaan Blok Kampar akan disetujui pemerintah pusat. “Kalau memang butuh perjuangan secara politik, kita siap dukung. Yang penting kita berjuang untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya. (wsr)