
BENGKALIS, GORIAU.COM - Pemerintah Kabupaten Bengkalis kembali menganggarkan pengadaan 22 unit ambulans untuk desa tahun ini. Selain itu juga dianggarkan pengadaan 6 ambulans untuk puskesmas rawat inap dan 8 ambulans untuk puskemas yang ada di kecamatan.
''Totalnya ada 36 ambulans yang kita usulkan tahun ini dengan jumlah anggaran sekitar Rp13 miliar,'' ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, Moch Sukri kepada wartawan, Jumat (14/3/2014).
Untuk bantuan ambulans desa ini, Pemkab sudah menggulirkannya sejak tahun 2011 lalu sebanyak 5 unit. Kemudian tahun 2012 sebanyak 25 unit dan tahun 2013 sebanyak 30 unit. Total selama tiga tahun ini sudah 61 unit, dan Bupati menargetkan sampai tahun 2015 tiap desa sudah memiliki ambulans.
Ditambahkan Sukri , selain roda 4, pihaknya juga mengusulkan pengadaan. kendaraan roda 2 sebanyak 18 unit yang nantinya diperuntukkan bagi petugas kesehatan yang ada di desa-desa.
''Tujuan kita hanya satu, bagaimana masyarakat yang jauh dari pusat pelayanan kesehatan, jika membutuhkan pengobatan bisa cepat mencapai akses ke rumah sakit atau ke puskesmas. Karena yang namanya sakit, tidak bisa ditunda. Harus cepat mendapat penanganan,'' ujar Sukri.
Ditambahkan Sukri, Diskes juga tahun ini menganggarkan rehabilitasi atau perbaikan ambulans apung yang ada di Rupat.
Ambulans apung ini juga bertujuan untuk mempermudah akses masyarakat yang ingin berobat ke Rumah Sakit Dumai, mengingat di Pulau Rupat sendiri belum memiliki rumah sakit.
Lebih jauh Sukri menyampaikan bahwa tahun ini Pemkab juga akan melakukan kajian kelayakan atau FS dan DED terkait rencana pendirian rumah sakit di Pulau Rupat.
''Pemkab terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kabupaten Bengkalis. Mulai dari biaya berobat gratis yang ditanggung oleh Pemkab, sampai mempermudah akses masyarakat untuk mencapai pusat-pusat pelayanan kesehatan,'' tutup Sukri.(jfk)