
BENGKALIS - Menyikapi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terus meluas, Pemerintah Kabupaten Bengkalis menggelar rapat koordinasi penanganan Karhutla di Lantai II Kantor Bupati Bengkalis, Kamis (10/3/2016).
Rakor dipimpin Bupati Bengkalis Amril Mukminin, dihadiri Wabup H Muhammad, Sekda H Burhanuddin, Kapolres Bengkalis AKBP Aloysius Supriyadi, Dandim 0303 Bengkalis Letkol Arh Wachyu Dwi Haryanto, Kepala SKPD, Camat, Lurah/ Kepala Desa se-Kabupaten Bengkalis.
Dari ekspos yang disampaikan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bengkalis, Herman Mahmud di hadapan Bupati Bengkalis dan Forkompinda, menyampaikan titik api di Kabupaten Bengkalis terus meluas.
Ditambah Herman, saat ini titik api tersebar di 5 kecamatan, yakni Bukit Batu, Siak Kecil, Bengkalis, Bantan dan Rupat. Kadisbunhut juga menyampaikan di hadapan Bupati, perlunya menambah dukungan peralatan pemadaman.
"Kendala pemadaman Karhutla saat ini adalah sumber air dan pipa selang air yang hanya panjang 400 meter. Sementara lokasi kebakaran sangat jauh masuk ke dalam," ujarnya.
Dipaparkan Herman, Karhutla merupakan ancaman serius, baik terhadap kelestarian SDA, lingkungan hidup maupun kehidupan masyarakat.
"Kebakaran umumnya diakibatkan aktivitas penyiapan lahan untuk pertanian/atau kehutanan secara tidak bijaksana (membakar lahan). Ditambahkan lagi kondisi tanah di Kabupaten Bengkalis 43% merupakan gambut yang murah terbakar bila musim kemarau," tutupnya.(ail)