
JAKARTA - Paus Fransiskus merupakan pemimpin tertinggi agama Katolik di dunia, sekaligus pemimpin Negara Vatikan. Namun, gaya hidupnya sangat sederhana.
Dalam kunjungannya ke Indonesia, Paus hanya menumpang pesawat komersial, yakni maskapai Italia ITA Airways. Paus Fransiskus tiba di Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Selasa (3/9/2024) siang.

Selama lawatannya ke Tanah Air, pemimpin tertinggi Gereja Katolik Roma ini dijadwalkan bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan mengunjungi Masjid Istiqlal serta Gereja Katedral.
Paus juga akan memimpin misa di Stadion Utama Gelora Bung Karno dan Stadion Madya di hadapan lebih dari 80.000 umat Katolik dari berbagai penjuru.
Kunjungan Paus ini sebenarnya diagendakan pada 2020, tetapi tertunda karena pandemi Covid-19.
Paus sebelumnya berangkat dari Roma, Italia, ke Indonesia pada Senin sore, menggunakan maskapai Italia ITA Airways. Ini bukan pertama kalinya Paus terbang dengan maskapai ITA Airways, menggunakan Airbus A330neo biru dengan motif sedikit warna putih di sisi sayap dan tulisan. Pada Desember 2023, Paus juga menggunakan maskapai dan pesawat tersebut ketika mengunjungi Dubai untuk menghadiri konferensi iklim COP28.
Kini, Paus kembali menggunakan penerbangan yang sama ketika mengunjungi Indonesia. Paus tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, sekitar pukul 11.30 WIB. Ia yang duduk di kursi roda memilih menggunakan lift mobil untuk turun dari pesawat.
Kedatangan Paus disambut hangat sejumlah pejabat dan menteri di Indonesia yang sebelumnya telah menunggu di area bawah pesawat. Terpantau ada Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Gandi Sulistiyanto. Selain itu, Duta Besar Indonesia untuk Takhta Suci Vatikan Michael Trias Kuncahyono juga turut menyambut kedatangan Paus.
Naik Innova
Paus kemudian menaiki mobil Innova Zenix berpelat SCV 1 berwarna putih yang telah disiapkan sebelumnya di area gedung VVIP Bandara Soekarno-Hatta, untuk diantarkan ke Kedutaan Besar (Kedubes) Vatikan di Jakarta.
Paus terpantau duduk di kursi depan. Mobil yang ditumpangi oleh Paus mendapatkan pengawalan ketat, yang disebut sebagai pengawalan kepresidenan.
Sepanjang perjalanan, Paus membuka kaca mobil. Tampak ia tidak merasa takut untuk melakukannya. Bahkan, Paus mengeluarkan tangan kirinya dari jendela dan melambaikan tangan untuk menyapa masyarakat Indonesia.
Momen tersebut terjadi ketika Paus melintasi kawasan MH Thamrin, Tanah Abang, Jakarta Selatan.
Berdasarkan keterangan Uskup Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo, kepada Kompas.com pada Senin (2/9/2024), Paus tidak bermalam di hotel bintang lima selama berada di Indonesia. Paus disebut lebih memilih tinggal di Kedubes Vatikan di Jakarta.
Patut Dicontoh
Dikutip dari Republika.co.id, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengomentari tentang bersahajanya Paus yang memilih menggunakan pesawat dan mobil seperti digunakan orang kebanyakan.
"Saya kira ini luar biasa kesederhanaan beliau. Beliau bukan hanya pemimpin agama, tetapi juga pemimpin negara. Beliau memilih kendaraan pun dengan cara yang sederhana. Ini patut dicontoh," kata Yaqut.
Paus Ketiga Kunjungi Indonesia
Kunjungan Paus Fransikus ke Indonesia saat ini mengusung motto: Faith, Fraternity, Compassion, atau iman, persaudaraan, bela rasa. Indonesia menjadi negara pertama yang didatangi Paus dalam rangkaian perjalanan ke Asia Pasifik. Tepatnya dari tanggal 3-6 September 2024. Sesudah itu ke Paus menuju Port Moresby (Papua Nugini) dan Vanimo dari tanggal 6-9 September 2024. Berlanjut ke Dili (Timor Leste) dari 9-11 September 2024, dan Singapura dari 11 hingga 13 September 2024.
Paus Fransiskus merupakan Paus ketiga yang berkunjung ke Indonesia. Pertama adalah Paus Santo Paulus VI yang mendatangi Bumi Pertiwi pada 3-4 Desember 1970. Sembilan belas tahun kemudian, Paus Santo Yohanes Paulus II berkunjung ke Indonesia pada 9-14 Oktober 1989. Sekarang sesudah 35 tahun, Paus Fransiskus melakukan perjalanan apostolik ke negara terbesar di Asia Tenggara ini.
Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC, menyatakan Gereja Indonesia sangat bersyukur dan bersukacita menyambut kedatangan Paus Fransiskus. "KWI bekerja sama dengan Nunsius Apostolik Tahta Suci Vatikan untuk Indonesia membentuk panitia pada bulan April 2024 dan sudah mempersiapkan segala sesuatu sampai saat ini," kata Antonius, dalam keterangan resminya yang diterima Republika.co.id, ditulis pada Selasa (3/9/2024).
Ada 56 Panitia Inti dan 107 relawan inti terlibat dalam persiapan ini. Bersama panitia, KWI bekerja sama dengan pemerintah dan otoritas yang berwenang untuk mengatur logistik, koordinasi keamanan, transportasi, protokol kesehatan, dan publikasi media. Antonius menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pemerintah Indonesia yang telah menunjukkan kesungguhan hati dalam menyambut Paus, pemimpin Gereja Katolik yang juga kepala negara Vatikan tersebut.***