
KUALA LUMPUR – Pembukaan Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XII pada Jumat (13/10/2023) malam, di Dewan Sivik, Majlis Bandaraya Petaling Jaya, Malaysia, berlangsung khidmat dan meriah.
Acara yang diikuti 200-an penyair dari lima negara, yakni Malaysia, Indonesia, Singapura, Brunei Darussalam dan Thailand tersebut dibuka secara resmi oleh Menteri Luar Negeri Malaysia, Dato' Seri Dr. Zambry bin Abdul Kadir.
Dari 200-an penyair, tiga diantaranya penyair Riau, yakni Fakhrunnas MA Jabbar didampingi istri Tutin Apriyani, Mosthamir Thalib dan Muchid Albintani. Dari Kepulauan Riau hadir pula Rida K. Liamsi dan Tarmizi Rumahitam.

Sejumlah penyair dan kritikus sastra Indonesia lainnya jadi pemakalah antara lain, Ahmadun Yosi Herfanda, Maman S. Mahayana, Isbedy Stiawan ZS, Syarifuddin Arifin, Bundo Free, Anwar Putra Bayu dan lain-lain.
Menlu Malaysia Dr. Zambry bin Abdul Kadir dalam pengarahan menceritakan pengalamannya betapa pentingnya sastra dalam kehidupan. Namun para sastrawan tidak mudah untuk mendapatkan sokongan atau sponsorship dalam melakukan kegiatan. Semasa menjadi Menteri Besar Perak ke-11 dulu, Zambry ikut memprakarsai iven seni Pulara di Pangkor, Perak bersama penyair Alm. Malim Ghozali PK.
Pada kesempatan yang sama, Zambry yang sempat membacakan puisi ciptaan sendiri.Dalam dunia literasi, terutama dunia perpuisian (sastra) di Malaysia Zambry bin Abdul Kadir bukanlah nama baru. Selain sebagai seorang politisi, dia juga seorang penulis nonfiksi dan fiksi.
Sebelumnya, Ketua Panitia PPN XII, Dr. Mohamad Saleeh Rahamad melaporkan PPN ini semula direncanakan tahun 2019. Namun, akibat Covid 19, acara itu tertunda lama dan baru saat ini terlaksana.
Rangkaian kegiatan PPN diisi dengan seminar dan diskusi. Sidang pertama bertajuk Forum Mahu ke Mana Puisi Nusantara?menampilkan Isbedy Stiawan (Indonesia), Dr Shamsudin Othman (Malaysia) dan Roslan Madun (Malaysia).
Sidang kedua bertajuk Peranan Puisi dalam Pergolakan dengan pembicara SN Datuk Dr. Anwar Ridhwan (Malaysia) dan Maman S. Mahayana (Indonesia) dengan moderator Dato' Zainal Abidin Borhan (Gapena). Sedangkan sidang ketiga dengan tajuk Pergelutan Puisi dalam Arus Teknologi dengan pembicara Syed Mohd Zakir Syed Othman (Malaysia), A. Razak Panamalae (Thailand), Saifullizan Yahaya (DBP) dan Dr. Morsidi Haji Muhammad (Brunei) dimoderatori oleh Dayangku Mastura Pengiran Ismail. Sidang keempat bertema Puisi di Alam Melayu, Dr. Norhayati Ab. Rahman (Malaysia, Hartinah Ahmad (Singapura), Ratna Ayu Budhiarti (Indonesia), Mahroso Dolph (Thailand) dengan moderator Dr. Norzyraina Mohd. Nor.
Sidang kelima, dengan tema Syarahan Utama- Ruang Hidup Puisi Nusantara dengan pembicara Ketua Pengarah DBP, Dr Hazami Jahari dan moderator Dato' Radzuan Ibrahim.
Sidang Pleno di hari terakhir dengan tema Arah Tuju PPN dengan pembicara Dr. Mohamad Saleeh Rahamad (Malaysia), H. Jawawi Ahmad (Brunei), Samsudin Said (Singapura), Ahmadun Yosi Herfanda (Indonesia) dan Nik Rakib Nik Hassan (Thailand). Sesi ini dengan moderator, Mohd. Khair Ngadiron.***rls