
BENGKALIS, GORIAU.COM - Dinas Perhubungan, Telekomunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) mengusulkan anggaran Rp62 miliar untuk perluasan dua pelabuhan roro pada RAPBD 2014. Kedua pelabuhan roro yang akan diperluas itu adalah pelabuhan Air Putih Kecamatan Bengkalis dan pelabuhan Sungai Selari Kecamatan Bukitbatu.
Kepala Dishubkominfo Bengkalis Ja'afar Arif, Senin (13/1), ketika dikonfirnasi terkait rencana perluasan pelabuhan atau pembangunan dermaga baru yang tertunda tiga tahun itu menjalaskan, usulan anggaran sebesar itu dialokasikan untuk pematangan lahan serta pembangunan fisik dermaga di Air Putih dan Sungai Selari.
"Semua kelengkapan tekhnis mulai dari amdal, perencanaan hingga dokumen pelelangan sudah siap, tinggal menunggu proses lelangndi ULP dimulai. Total anggaran yang kita siapkan dan sudah diusulkan melalui RAPBD 2014 sebesar Rp62 miliar, meliputi untuk pelabuhan Air Putih Rp42 miliar dan pelabuhan Sungai Selari Rp20 miliar," ujar Ja'afar.
Secara rinci Kadishub menjelakan, untuk pelabuhan roro Air Putih membutuhkan anggaran sebesar Rp42 miliar, dialokasikan untuk pembangunan pelabuhan/dermaga Rp34 miliar dan pematangan lahan untuk area parkir sebesar Rp 8 miliar. Sedangkan untuk pelabuhan Sungai Selari sebesar Rp20 miliar disiapkan buat pembangunan fisik pelabuhan yang sudah ada konstruksi awalnya.
Pihaknya berharap pembangunan perluasan kedua dermaga roro sudah bisa dilelang secepatnya begitu ULP dibentuk. Karena pembangunan perluasan pelabuhan roro itu diharapkan dapat selesai dalam setahun anggaran maksimal dua tahun anggaran, karena perluasan pelabuhan tersebut sudah sangat mendesak dilaksanakan. Hal itu dikarenakan tingginya arus kendaraan maupun jumlah kapal ferry roro yang sudah mencapai 5 unit melayari rute Air Putih-Sungai Selari.
"Kita targetkan selambatnya kedua pelabuhan roro tersebut selesai dikerjakan selama dua tahun anggaran. Saat ini kondisi pelabuhan di Air Putih sudah berusia 22 tahun dan perlu dibangun dermaga baru untuk menunjang aktifitas penyeberangan yang semakin hari makin tinggi. Yang kita khawatirkan adalah usia dermaga yang tua, tentu ketahanan konstruksinya juga sudah berkurang dan bisa membahayakan pengguna,'' ujarnya.(jfk)