
TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Pembagian nomor undi untuk pedagang Pujasera yang dilakukan di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Indragiri Hilir (Inhil) Jumat (5/9/2014) sore berlangsung ricuh. Para pedagang Pujasera kecewa dengan sikap Disperindag Inhil.
Seperti yang terpantau oleh GoRiau.com, usai pembagian nomor undi para pedagang mengomel hingga ada yang menangis karena pembagian nomor undian yang dipimpin Kepala Disperindag Inhil, Pahrolrozy tersebut dipandang pedagang hanya mementingkan satu pihak saja.
''Rapat-rapat terdahulu kami pedagang yang selama ini menyewa yang dipanggil, ujung-ujungnya ketika cabut undi pemilik saja, sudah tidak betul ini,''kata salah satu pedagang dengan nada suara tinggi.
Pedagang sangat mengesalkan dengan sikap Disperindag, padahal sewa yang diberikan Disperindag kepada pemilik hanya Rp30 ribu saja, tapi pemiliki malah menyewakan kepada pedagang perbulannya mencapai Rp1 juta.
''Kalo memang ini untuk penyewa saja, kenapa rapat-rapat sebelumnya kita pedagang dipanggil juga. Ini memberi harapan palsu,'' ujar pedagang lainnya.
''Saya sudah 2 tahun menyewa Pujasera itu. Jika diberi untuk pemilik saja, banyak sekali untung untuk mereka. Sedangkan Pemerintah sewakan hanya Rp30 ribu sebulan. Lah kita bayar Rp 1 juta sebulan,'' sebut salah seorang ibu yang juga tampak kesal.
Hingga akhir pencabutan undian itu, masih tidak terlihat penyelesaian kericuhan ini. ''Kita pulang saja dulu, jika tidak selesai juga, masih ada pihak yang lebih tinggi dari dia (Pahrolrozy) yang bisa ambil keputusan,'' kata para pedagang seraya kembali kerumah masing-masing.
Pembagian nomor undi pedagang ini menyusul Pujasera yang terletak di Jalan Kapten Mukhtar Tembilahan direlokasi ke Jalan Subrantas dikarenakan akan dilaksanakannya MTQ tingkat Provinsi yang akan dilaksanakan di Kabupaten Inhil. Pujasera lama akan menjadi stand, oleh sebab itu pedagang direlokasikan ke tempat yang baru.(ayu)