PEKANBARU, GORIAU.COM - PT PLN memperpanjang pemadaman listrik bergilir di Provinsi Riau hingga 7 April sebagai dampak dari perbaikan di PLTU Ombilin, Sumatra Barat.


''Pemeliharaan PLTU Ombilin belum selesai,'' kata Humas PLN Cabang Pekanbaru, Dharmawi, Jumat (5/4/2013).


PLN berharap masyarakat bisa memaklumi kondisi kelistrikan di Riau yang selama ini sangat bergantung pada sistem interkoneksi Sumatra. Kerusakan di salah satu pembangkit besar akan berdampak negatif berupa pemadaman listrik bergilir. Padahal, tingkat elektrifikasi di Riau baru sekitar 50 persen.


Sebelumnya, PLN melakukan pemadaman bergilir di Riau akibat perbaikan PLTU Ombilin sejak 18 Maret lalu. Rencananya pemadaman bergilir berakhir pada 1 April, namun kemudian diperpanjang hingga 7 April.


PLTU Ombilin memiliki kapasitas 2x100 Mega Watt (Mw) dan 100 Mw keluar dari sistem interkoneksi Sumatra Bagian Tengah (Sumbagteng). Akibatnya, pasokan listrik ke Riau menjadi berkurang pada waktu beban puncak sekitar 20 Mw. PLN melakukan pemadaman bergilir pada saat beban puncak antara pukul 18.00-22.00 Wib.


Kondisi tersebut dikeluhkan oleh warga Pekanbaru karena merasa ada diskriminasi terhadap pelanggan PLN di Riau. Seorang warga, Sulis (23), mengatakan di Jakarta dan Jawa Barat, PLN bisa cepat melakukan antisipasi sehingga tidak terjadi pemadaman bergilir ketika ada kerusakan pada Sutet.


Di daerah tersebut PLN mampu mencari pasokan daya listrik dari pembangkit di Banten sehingga layanan terhadap pelanggan tidak terganggu. Sedangkan masyarakat di Riau kerap diminta bersabar karena kinerja PLN yang lamban dalam mengantisipasi kerusakan pembangkit.


''Wajar saja masyarakat yang jadi pelanggan PLN di Riau merasa ada diskriminasi. Kami merasa dianaktirikan karena PLN terkesan mengistimewakan Jakarta dan sekitarnya saja,'' kata Sulis.


Selain itu, ia juga mengeluhkan PLN yang kerap tidak memiliki komitmen terhadap jadwal pemadaman yang disebarnya ke media massa. ''Pada jadwal tertera seharusnya padam jam 6 sore, ternyata molor satu jam kemudian. Kita jadi sulit melakukan antisipasi,'' keluhnya.


Seorang warga lainnya, Icha (35), mengatakan PLN memberi dua kado tidak menggembirakan untuk masyarakat Kota Pekanbaru pada 1 April lalu. Kado buruk pertama adalah diberlakukannya kenaikan tarif listrik dan satu kado buruk lainnya berupa perpanjangan jadwal pemadaman listrik bergilir.


''Setiap bulan kita bayar rekening listik tepat waktu seperti tidak dihargai kalau layanan terus buruk seperti ini,'' keluh pengelola bisnis pencucian mobil di Jalan Rajawali, Pekanbaru. (ant/mtv)